Pemkab Tapanuli Utara Bagikan Bibit Durian ke Warga Perbatasan Hutan demi Jaga Habitat Orangutan Tapanuli, Ratusan Pelajar Diajak Konservasi

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:32:31 WIB
Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menyerahkan bibit durian kepada warga di perbatasan Harangan Tapanuli, Tarutung.

TAPANULI UTARA — Upaya menyelamatkan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) tidak lagi berjalan sendiri. Pemkab Tapanuli Utara memilih pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan ekonomi masyarakat di sekitar Harangan Tapanuli, salah satunya dengan menyalurkan bibit durian.

Langkah itu mengubah pola pikir lama yang kerap mempertentangkan kepentingan ekologi dengan kesejahteraan warga. Alih-alih melarang aktivitas di sekitar hutan, pemerintah justru mendorong komoditas hortikultura yang bernilai jual tinggi.

Durian Jadi Jembatan Antara Ekonomi dan Ekologi

Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa konservasi tidak boleh mengabaikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di perbatasan hutan. Menurutnya, perlindungan satwa liar harus dirancang berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi.

“Konservasi alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi warga harus saling menopang. Pemkab Tapanuli Utara mendorong langkah konkret melalui sektor hortikultura, salah satunya pembagian dan penanaman bibit durian di wilayah perbatasan hutan,” ujar Deni di Tarutung.

Pengembangan komoditas ini diharapkan memberi nilai tambah bagi keluarga di sekitar hutan tanpa harus merambah kawasan lindung. Dengan begitu, masyarakat punya alasan kuat untuk ikut menjaga habitat satwa yang dilindungi.

Ratusan Pelajar Dikenalkan Konservasi Sejak Dini

Peringatan Hari Orangutan Sedunia tahun ini tidak sekadar seremoni. Pemkab Taput bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara mengemasnya dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak.

Ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Tarutung mengikuti senam pagi, lomba melukis, lomba storytelling, talkshow, hingga sesi Pongotopia bersama maskot orangutan. Pendidikan lingkungan sejak usia dini dinilai menjadi investasi jangka panjang agar generasi muda memahami keterkaitan erat antara hutan dan kehidupan manusia.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberlanjutan

Kepala BBKSDA Sumut Novita Kusuma Wardani mengapresiasi pelaksanaan acara di Tapanuli Utara. Sinergi antara pemerintah daerah, BBKSDA, lembaga swadaya masyarakat, dan lingkungan pendidikan disebut sebagai fondasi penting penguatan perlindungan Orangutan Tapanuli.

Pemkab Tapanuli Utara optimistis kolaborasi ini melahirkan langkah konkret. Pelestarian Harangan Tapanuli ditempatkan sebagai bagian dari menjaga sumber kehidupan masyarakat untuk jangka panjang, bukan sekadar kewajiban menjaga kawasan.

Konservasi dan kesejahteraan warga kini diarahkan berjalan beriringan. Bagi Pemkab Taput, keduanya bukan dua kepentingan yang berseberangan, melainkan satu kesatuan untuk mewujudkan daerah yang maju dan berwawasan lingkungan.

Reporter: Sutomo
Sumber: lensawarga.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top