SUMATERA UTARA — Vivo memainkan strategi harga agresif di semua segmen. Dari data resmi Vivo Indonesia yang kami rangkum, tiga hal langsung menonjol. Pertama, seri X kini punya tiga model di atas Rp 20 juta. Kedua, seri V dan T bertarung di kelas menengah paling ramai. Ketiga, seri Y tetap menjadi tulang punggung penjualan di bawah Rp 3 juta.
Perhatikan pergeseran harga flagship. X200 Pro yang dulu dipatok Rp 15-16 juta kini naik ke Rp 17,9 juta. Ini sinyal Vivo mulai berani bermain di level premium yang selama ini dikuasai Samsung dan Apple.
Di puncak ada X Fold3 Pro di Rp 26.999.000 dan X Fold5 di Rp 24.999.000 — keduanya foldable dengan varian 16/512 GB. Namun yang paling menarik perhatian adalah X300 Ultra yang dipatok Rp 25.999.000 (16/512 GB) dan Rp 29.999.000 (16/1 TB). Ini kompetitor langsung Galaxy S26 Ultra di kelas yang sama.
Untuk yang tidak butuh layar lipat atau kamera zoom ekstrem, posisi sweet spot ada di X300 Pro (Rp 18.999.000) dan X200 Pro (Rp 17.999.000). Keduanya sama-sama 16/512 GB. Selisih Rp 1 juta biasanya untuk upgrade chipset dan sensor kamera terbaru. Hati-hati dengan X100 Pro yang masih dijual Rp 16.999.000 — harga itu terlalu dekat dengan X200 Pro, jadi kurang masuk akal kecuali dapat diskon besar.
Vivo X80 Pro di Rp 15.999.000 dan X80 di Rp 8.999.000 adalah model lama yang masih dihargai tinggi. Untuk X80, Rp 9 juta di 2026 sulit dibenarkan. Banyak kompetitor di harga itu sudah pakai chipset dua generasi lebih baru.
Seri V adalah medan tempur utama Vivo di kelas Rp 5-10 juta. Vivo V70 (Rp 9.999.000 untuk 8/256 GB) dan V70 FE (Rp 6.999.000) menjadi generasi terbaru. V70 FE menarik karena membawa desain dan kamera seri V ke harga yang sama dengan V40.
Artinya, V40 di Rp 6.999.000 (12/256 GB) menawarkan RAM lebih besar dengan harga setara. Kalau tidak butuh yang paling baru, V40 adalah pilihan lebih cerdas. Di bawahnya, V29 di Rp 5.999.000 dan V25 di Rp 5.499.000 masih tersedia. V25e turun ke Rp 3.999.000 — di harga segitu, ini kompetitor langsung Redmi Note series dengan keunggulan di sektor kamera depan.
Seri T hanya punya dua model: T5 Pro 5G (Rp 4.599.000) dan T5 (Rp 3.199.000). T5 Pro 5G menarik karena di harga Rp 4,5 juta sudah dapat 5G dan chipset kelas menengah yang gesit untuk gaming ringan. Namun perlu dicatat, V40 Lite 5G di Rp 4.299.000 menawarkan alternatif dengan keunggulan kamera.
Seri Y adalah yang paling ramai dan paling membingungkan karena banyak model dengan nama mirip. Beberapa yang perlu diperhatikan:
Hati-hati dengan Y31d Pro dan Y31d yang harganya justru lebih tinggi dari Y36 5G. Itu model lama yang tidak masuk akal dibeli di 2026 kecuali dapat diskon sangat dalam.
Pertama, harga resmi di laman Vivo Indonesia sering berbeda dengan harga pasar di toko offline dan marketplace. Selisih bisa Rp 200-500 ribu untuk seri Y dan T. Kedua, model seperti X80 Pro dan X100 Pro yang sudah berumur dua tahun lebih masih dijual dengan harga premium. Itu bukan penawaran bagus kecuali Anda benar-benar butuh kamera flagship dengan budget terbatas.
Ketiga, Vivo belum secara resmi mengumumkan kebijakan update software untuk model-model 2026 ini. Ini penting untuk dipertimbangkan. Seri Y biasanya hanya dapat 2 tahun update OS, sementara seri X dijanjikan lebih lama. Kalau Anda berencana memakai HP 3-4 tahun, seri V atau T adalah titik paling seimbang antara harga dan umur pakai.
Terakhir, untuk yang mengejar flagship: X300 Ultra di Rp 26 juta adalah produk serius. Tapi pastikan Anda benar-benar butuh kamera tele 200MP dan layar 2K sebelum membayar hampir Rp 30 juta. Di harga itu, ekspektasi terhadap build quality dan software support harus tinggi.