353 Murit di Berastagi Keracunan MBG, Satu Orang Dirujuk ke Medan, Dapur SPPG Dihentikan Sementara

Penulis: Saiful  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:23:01 WIB
siswa di Berastagi mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), satu orang dirujuk ke Medan.

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi sebagai peristiwa fatal. Korban terus bertambah seiring munculnya gejala baru di kalangan siswa.

“Ya ini kejadian fatal ya, kejadian fatal yang terdampak kepada anak-anak kita,” ujar Bobby di Kantor DPRD Sumut, Jumat (14/8/2026).

Hingga Jumat siang, total tercatat 353 orang terdampak dan telah mendapat penanganan medis. Bobby menjelaskan, penambahan jumlah korban terjadi karena sebagian siswa baru merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.

Total 353 Korban dan Satu Pasien Kritis Dirujuk ke Medan

“Total sekarang ada 353 orang karena mungkin kan ada yang kemarin langsung di pada saat jam belajar, ada yang sampai tadi malam ada yang bertambah. Namun yang fatal, sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu,” jelasnya.

Seluruh korban diketahui menerima makanan dari satu dapur SPPG yang sama. Dapur tersebut melayani sekitar 2.900 penerima manfaat dan melakukan dua kali proses memasak dalam sehari.

Menariknya, makanan yang dimasak pada dini hari untuk kelompok ibu hamil tidak menimbulkan masalah kesehatan. “Hanya dari satu SPPG. Ini cuma satu SPPG yang besar, ada 2.900 penerima manfaat. Jadi ada dua kali masak. Yang jam 02.00 WIB itu tidak ada masalah ya untuk ibu hamil,” pungkasnya.

Sanksi Tegas: Dapur SPPG Disuspend dan Sampel Makanan Diuji

Bobby menegaskan kasus ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara program MBG, khususnya aspek keamanan dan kualitas makanan. Ia mengapresiasi respons cepat Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung memberikan sanksi tegas.

“Nah, harapan kita tentu kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran, menjadi pembelajaran, dan Pak Kepala BGN juga saya rasa sudah sangat tegas memberikan sanksi. Setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara, sudah suspend,” urainya.

Untuk memastikan penyebab pasti, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dibawa ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu dua hari.

“Sudah pemberhentian SPPG sementara dan makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke labkes dan lagi diteliti apa persoalannya. Paling lama itu penelaahannya nanti 2 hari,” tutupnya.

Reporter: Saiful
Sumber: disrupsi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top