iPhone 18 Pro Max Diprediksi Naik Harga Rp 4-5 Jutaan, Biaya Produksi Membengkak ke USD 1.000

Penulis: Fajar  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:11:31 WIB
Laporan Counterpoint Research menunjukkan biaya produksi iPhone 18 Pro Max diperkirakan mencapai USD 1.000.

SUMATERA UTARA — Laporan Counterpoint Research yang dirilis hari ini mengonfirmasi kekhawatiran yang sempat beredar: kenaikan harga iPhone 18 Pro series kemungkinan besar akan menjadi yang paling drastis dalam sejarah produk Apple. Laporan tersebut bahkan dibuka dengan kalimat tegas, "A price increase on the new iPhones is inevitable," yang secara gamblang menyatakan kenaikan harga tidak bisa dihindari lagi.

Biaya Produksi Melonjak Hampir Dua Kali Lipat

Penyebab utamanya bukan desain baru atau kamera canggih, melainkan komponen memori. Analis Counterpoint memperkirakan biaya produksi (Bill of Materials/BoM) untuk iPhone 18 Pro Max konfigurasi 12GB/1TB naik sekitar USD 300 dibandingkan iPhone 17 Pro Max dengan varian serupa. Sebagai gambaran, biaya produksi iPhone 17 Pro Max disebut-sebut berada di kisaran USD 500, sementara generasi terbaru ini bisa menembus USD 1.000.

Kenaikan biaya ini dipicu oleh kelangkaan pasokan memori global yang melonjak tajam akibat "AI boom". Permintaan chip memori untuk server AI yang luar biasa tinggi membuat harga komponen DRAM dan NAND flash meroket, dan Apple ikut menanggung dampaknya.

Harga Jual Berpotensi Tembus USD 1.949

Counterpoint memperkirakan jika Apple memilih untuk membebankan seluruh kenaikan biaya ke konsumen, harga iPhone 18 Pro Max 1TB bisa naik antara USD 250 hingga USD 350. Dengan harga iPhone 17 Pro Max 1TB saat ini di USD 1.599, maka iPhone 18 Pro Max bisa dibanderol di angka USD 1.849 hingga USD 1.949—sekitar Rp 29,6 juta sampai Rp 31,2 juta dengan kurs Rp 16.000.

Untuk varian Pro dengan kapasitas penyimpanan lebih rendah, kenaikan diperkirakan berada di kisaran USD 200 hingga USD 250. Keputusan akhir ada di tangan Apple: apakah rela memangkas margin keuntungan (gross margin) demi menjaga harga tetap kompetitif, atau meneruskan beban biaya kepada konsumen.

Upaya Apple Menahan Kenaikan Harga

Kabar baiknya, Apple punya beberapa opsi untuk meredam gejolak harga. Perusahaan ini dikenal sangat agresif dalam negosiasi harga komponen. MacRumors melaporkan Apple berhasil menekan harga panel OLED untuk iPhone 18 Pro series, meski pengurangannya tipis—dari USD 120 menjadi USD 110 per unit.

Selain itu, Apple dikabarkan akan menerapkan skema harga berjenjang (tiered pricing). Varian dengan kapasitas penyimpanan rendah akan mendapat kenaikan lebih kecil, sementara varian 1TB yang menyasar "affluent and mature user base" akan menanggung kenaikan paling besar. Strategi lain yang disiapkan adalah program Apple Upgrade yang memungkinkan pengguna "menyewa" iPhone dengan biaya bulanan lebih rendah, sehingga beban di muka terasa lebih ringan.

Yang Perlu Diperhatikan Pembeli Indonesia

Bagi calon pembeli di Indonesia, skenario ini berarti harga iPhone 18 Pro Max di distributor resmi (iBox/istore) berpotensi menembus Rp 35 juta untuk varian tertinggi. Perlu dicatat juga bahwa kenaikan ini belum memperhitungkan bea masuk dan pajak impor yang biasanya menambah 20-30% dari harga global.

Keputusan final akan terungkap saat Apple meluncurkan seri iPhone 18 pada September mendatang. Jika prediksi Counterpoint akurat, ini akan menjadi momen di mana iPhone resmi "naik kelas" ke kategori barang mewah yang semakin sulit dijangkau konsumen kelas menengah.

Reporter: Fajar
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top