MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas memastikan setiap aspirasi yang disampaikan warga dalam program Sapa Warga di Kecamatan Medan Tembung tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas. Keluhan soal infrastruktur, kesehatan, keamanan, hingga banjir bakal diteruskan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti.
"Kami mendengarkan dan memberi solusi atas persoalan yang disampaikan masyarakat," ujar Rico Waas dalam kegiatan yang digelar pada Ahad tersebut.
Program ini merupakan salah satu kanal bagi pemerintah untuk mendorong kontribusi warga dalam pembangunan. Dialog langsung antara kepala daerah dan warganya dinilai mampu memotong birokrasi yang kerap menghambat penyelesaian masalah di tingkat akar rumput.
Di antara sejumlah aspirasi yang masuk, persoalan banjir menjadi perhatian serius. Rico Waas mengakui banjir yang kerap melanda Kota Medan tidak lepas dari sungai yang telah lama tidak dinormalisasi serta maraknya alih fungsi lahan.
Pemkot Medan disebutnya tengah menggencarkan normalisasi drainase di seluruh kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif mengurangi genangan saat musim hujan tiba.
"Kami juga menggencarkan normalisasi drainase di seluruh kecamatan di Kota Medan," sebut dia.
Untuk persoalan yang membutuhkan penanganan lintas sektor, wali kota memastikan akan berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait. Langkah ini penting karena sebagian titik banjir di Medan dipengaruhi oleh kondisi sungai yang melintasi lebih dari satu wilayah administrasi.
Terkait keluhan infrastruktur dan fasilitas umum, Rico Waas telah menginstruksikan dinas teknis untuk turun ke lapangan. Pengecekan langsung dilakukan agar perbaikan yang dijanjikan sesuai dengan kebutuhan warga di lokasi.
Di sektor kesehatan, warga yang mengeluhkan akses layanan diarahkan untuk memanfaatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat memperoleh layanan sesuai program yang berlaku. Kebijakan ini memudahkan warga yang tidak memiliki administrasi lengkap untuk tetap mendapatkan akses kesehatan.
"Terkait kesehatan, masyarakat dapat menggunakan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan sesuai program berlaku. Terkait aspirasi lain kami juga menindaklanjuti semua," jelas dia.
Rico Waas berharap kehadiran program ini mampu mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan semestinya. Ia menegaskan Sapa Warga menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, bukan sekadar seremoni.
"Sapa Warga menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah ini menjadi bukti bahwa pemerintah kota membuka diri terhadap kritik dan masukan dari warganya. Setiap aspirasi yang masuk, kata Rico, bakal ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah masing-masing sesuai tupoksinya.