MEDAN — INALUM memastikan keberlanjutan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja operasional, tetapi juga dari dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu buktinya adalah program penanaman di kawasan DTA Danau Toba yang berperan krusial menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan pembangkit listrik tenaga air milik perusahaan.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama mewujudkan target tersebut. “Keberlanjutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kinerja operasional yang baik. Keberlanjutan juga harus tercermin dari kemampuan perusahaan dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Program penanaman di DTA Danau Toba tidak dilakukan asal tanam. INALUM memilih jenis tanaman berdasarkan nilai ekologisnya, terutama kemampuan menahan erosi, meningkatkan infiltrasi air, dan memperluas tutupan vegetasi. Pendekatan ini memastikan setiap bibit yang ditanam memberikan manfaat optimal bagi kelestarian danau.
Selain penanaman, perusahaan menjalankan program pendukung seperti pengembangan pembibitan, pembangunan biopori dan sumur resapan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan. INALUM juga mengembangkan Sekolah Peduli Lingkungan dan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) sebagai bagian dari edukasi masyarakat.
Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan melalui Shared Value Framework INALUM, sebuah pendekatan yang menciptakan nilai bersama dengan menyinergikan kepentingan lingkungan, masyarakat, industri, dan pemerintah. Melalui kerangka ini, setiap program dirancang untuk memberikan dampak ganda—baik bagi kelestarian alam maupun kesejahteraan warga sekitar.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyambut baik langkah INALUM. Silaturahmi ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Danau Toba.
Selain lingkungan, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam kolaborasi ini. INALUM berkomitmen membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang melalui peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memastikan keberadaannya memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan target 500 hektare penanaman pada 2026, INALUM optimistis kontribusinya terhadap pelestarian Danau Toba akan semakin signifikan. Danau Toba sendiri memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat, tetapi juga bagi keberlangsungan operasional perusahaan.