Ditemukan Lansia Terhalang Data Desil 6 di Medan Amplas, Hasyim: Pemerintah Harus Turun Validasi Ulang Kemiskinan

Penulis: Yasir  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:04:31 WIB
Rombongan DPC PDI Perjuangan Kota Medan meninjau kondisi rumah Ani br Sitohang, lansia di Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, yang terhalang data desil 6 dari penerima bantuan sosial.

MEDAN — Rumah reot berdinding papan lapuk di Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, menjadi saksi pahitnya jurang antara data birokrasi dan realitas hidup. Ani br Sitohang, seorang lansia, harus hidup tanpa satu pun sentuhan bantuan sosial dari pemerintah. Alasan administrasi yang tercatat di sistem membuatnya terlempar dari daftar penerima manfaat.

Padahal, kondisi rumah yang dihuninya jauh dari kata layak. Laporan darurat yang masuk melalui Call Centre PDI Perjuangan Kota Medan menjadi pintu awal kedatangan Hasyim bersama jajaran pengurus DPC pada Jumat (pekan ini).

Desil 6: Angka di Atas Kertas yang Mementahkan Fakta Lapangan

Desil 6 dalam data kemiskinan biasanya merujuk pada kelompok masyarakat yang dianggap cukup mampu secara ekonomi. Namun, di lapangan, Hasyim mendapati kenyataan yang kontras. Ani br Sitohang tidak hanya tinggal di hunian yang memprihatinkan, tetapi juga tidak pernah merasakan bantuan apa pun dari negara.

"Data itu alat untuk melayani rakyat, bukan untuk menyiksa rakyat! Jangan sampai gara-gara kaku pada angka di atas kertas —seperti dikotak-kotakkan dalam Desil 6— warga yang jelas-jelas kelaparan dan tinggal di gubuk reot malah diabaikan negara," tegas Hasyim dalam keterangannya, Jumat.

Bukan Hanya Satu Rumah: Nasib Pemulung di Kampung Sebelah

Kunjungan Hasyim tidak berhenti di kediaman Ani. Didampingi Bendahara DPC Ust. Fuad Akbar, Wakil Sekretaris Hermanto Sagala, Ketua PAC Medan Amplas Kawar Sembiring, serta Lurah Timbang Deli Vivi Andriani, rombongan meninjau rumah keponakan Ani, Noel Maranathan Sitohang.

Di rumah yang tak jauh dari lokasi tersebut, Noel tinggal bersama ibu dan dua adiknya. Sang ibu harus banting tulang menjadi pemulung atau botot demi menyambung hidup. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan kemiskinan ekstrem di kawasan ini bersifat beruntun dan mengakar, bukan kasus tunggal.

Pemerintah Diminta Turun Gunung, Bukan Sekadar

Reporter: Yasir
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top