MEDAN — Potensi Danau Toba tidak hanya berhenti pada keindahan alamnya. Kini, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan kajian serius untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), meniru kesuksesan KEK Tanjung Lesung di Banten.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M Moesa, mengungkapkan riset bersama BRIN tersebut masih berjalan. Fokusnya adalah memetakan kekuatan Danau Toba, mulai dari objek wisata, nilai budaya, hingga potensi lain yang bisa dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.
Salah satu temuan awal yang menjadi perhatian BI Sumut adalah minimnya variasi paket wisata di Danau Toba. Kondisi ini jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Bali atau Yogyakarta yang sudah memiliki ratusan pilihan paket perjalanan lengkap dan mudah diakses melalui aplikasi.
"Selain itu, kami mendorong kepada pemangku kepentingan baik pemerintah daerah maupun pelaku wisata supaya paket wisata lebih diperbanyak," ujar Ameriza M Moesa di Medan, Sabtu.
Ameriza mencontohkan, ketika wisatawan membuka aplikasi perjalanan untuk ke Bali atau Yogyakarta, pilihan paket wisatanya sudah sangat banyak dan lengkap. Sebaliknya, untuk Danau Toba, opsi yang tersedia masih sedikit sehingga kurang menarik minat wisatawan untuk berlama-lama.
Dengan tambahan pilihan paket wisata, BI Sumut optimistis wisatawan akan betah lebih lama di Sumatera Utara. Dampak berantainya jelas: belanja wisatawan meningkat, pemasukan daerah bertambah, dan roda perekonomian masyarakat sekitar Danau Toba ikut berputar lebih kencang.
Optimisme ini tercermin dari proyeksi Bank Indonesia yang meyakini kinerja ekonomi Sumatera Utara bakal tumbuh di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Bahkan, proyeksi jangka menengah pada 2027 mendatang, pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,1 persen hingga 5,9 persen.
Peningkatan sektor pariwisata disebut menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi Sumut ke depan. Karena itu, BI Sumut akan terus berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk memperbanyak paket wisata di kawasan Danau Toba.
"Jadi diharapkan wisatawan bisa berlibur di Sumut semakin panjang, dan pengeluaran lebih banyak yang berpotensi menambah pemasukan daerah," pungkasnya.