MEDAN — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong para apoteker untuk tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi kesehatan. Menurutnya, ancaman penyakit menular baru dan meningkatnya kasus resistensi obat membutuhkan respons cepat dari seluruh elemen profesi kesehatan.
"Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas di tengah berbagai tantangan global," ujar Surya di sela-sela acara di Medan, Kamis.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang hadir secara virtual menyampaikan target ambisius pemerintah untuk meningkatkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat dari 74 tahun menjadi 76 tahun pada 2029. Namun, yang lebih penting, pemerintah juga menargetkan peningkatan rata-rata hidup sehat dari 60 tahun menjadi 70 tahun.
"Jadi bukan cuma menaikkan usia hidup, tetapi juga sehat. Itu butuh sinergi pemerintah dengan kefarmasian," kata Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya.
Target tersebut dinilai hanya bisa dicapai apabila profesi apoteker berperan aktif dalam edukasi masyarakat dan memastikan penggunaan obat yang rasional. Peran ini menjadi semakin krusial di tengah ancaman resistensi antimikroba yang disebut Wagub Surya sebagai salah satu tantangan terbesar sistem kesehatan dunia saat ini.
Kongres yang digelar pada 6-8 Agustus 2026 ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Mereka mengikuti berbagai diskusi ilmiah dan seminar yang membahas perkembangan dunia farmasi, baik dari sisi akademik maupun praktik profesi.
Surya menegaskan bahwa apoteker merupakan garda terdepan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Ia berharap forum ilmiah seperti ini mampu menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme para apoteker.
"Apoteker garda terdepan mewujudkan layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi kepada keselamatan pasien. Oleh karena itu, kompetensi, integritas, dan profesionalisme perlu terus ditingkatkan," jelasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat IAI Lilik Yusuf Indrajaya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas seluruh anggota di Tanah Air. Kongres ini dimanfaatkan sebagai ajang untuk memperkaya wawasan dan memperkuat jejaring antarprofesi.
"IAI selalu berupaya meningkatkan kompetensi anggota, kesejahteraan, dan perlindungan. Kami berharap bisa terus meningkat dan mendapat dukungan dari semua pihak," kata Lilik.
Melalui pertemuan ilmiah ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Sumatera Utara khususnya, dan Indonesia pada umumnya, di masa depan.