MEDAN — Potensi petir diprakirakan menyambar sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada Jumat (7/8), dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius. Kondisi ini mendominasi prakiraan cuaca harian di provinsi tersebut, di tengah variasi cuaca yang berbeda-beda di tiap kabupaten dan kota.
BMKG mencatat tingkat kelembapan udara di wilayah berpotensi petir ini mencapai 52 hingga 99 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih panas dan lembap, terutama di daerah dataran rendah.
Potensi petir diprakirakan terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias, Karo, Dairi, Toba, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Serdang Bedagai, dan Nias Barat. Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga, dan Kota Tebing Tinggi juga masuk dalam daftar wilayah yang harus mewaspadai cuaca ekstrem ini.
Masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan tinggi saat hujan disertai petir mulai turun. Pengendara kendaraan bermotor juga diminta lebih berhati-hati karena perubahan cuaca mendadak dapat membuat jalan menjadi licin.
Sementara itu, cuaca berawan diprediksi menyelimuti Kabupaten Tapanuli Selatan, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Nias Selatan, Batu Bara, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Nias Utara. Kota Medan, Kota Tanjung Balai, Kota Padang Sidempuan, dan Kota Gunungsitoli juga diprakirakan mengalami kondisi serupa.
Kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Binjai yang diprediksi mengalami udara kabur. Warga di kedua wilayah ini disarankan lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan karena jarak pandang yang terbatas.
Kabupaten Padang Lawas menjadi satu-satunya wilayah yang diprakirakan bercuaca cerah pada hari ini. Suhu di daerah tersebut diprediksi mencapai 26 hingga 34 derajat Celsius, menjadikannya wilayah terpanas di Sumatera Utara pada hari ini.
BMKG secara khusus menyoroti risiko bagi pengendara yang melintasi jalur pegunungan dan pesisir barat. Jalan yang basah akibat hujan deras dapat mengurangi daya cengkeram ban, sementara kabut tipis di dataran tinggi berpotensi mengganggu jarak pandang.
Warga di Kepulauan Nias diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah tersebut masuk dalam zona potensi petir. Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir juga diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum melaut.