PADANGSIDIMPUAN — MAN 2 Padangsidimpuan menjadi satu-satunya perwakilan Sumatera Utara yang menembus daftar 23 MAN paling berprestasi di Indonesia. Pencapaian ini dirilis Puspresnas melalui laman Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang memeringkat sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Dengan 352 prestasi yang dikumpulkan, MAN 2 Padangsidimpuan menempati peringkat ke-10 secara nasional. Posisi ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah dari kota di Tapanuli Selatan itu mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di Pulau Jawa.
Di tingkat nasional, MAN Insan Cendekia Serpong memimpin dengan 671 prestasi. Disusul MAN Insan Cendekia OKI di posisi kedua dengan 642 prestasi, dan MAN 4 Jakarta di peringkat ketiga dengan 639 prestasi.
Dominasi madrasah asal Jawa masih terasa kuat. MAN 3 Jakarta membukukan 594 prestasi, MAN 2 Kota Malang 564, dan MAN 2 Kudus 473. Namun, sejumlah wakil dari luar Jawa juga tampil impresif, termasuk MAN 2 Pekanbaru dengan 424 prestasi dan MAN Insan Cendekia Gorontalo dengan 408 prestasi.
Capaian MAN 2 Padangsidimpuan menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara. Jumlah 352 prestasi itu menempatkan madrasah ini di atas MAN Insan Cendekia Kota Batam yang mengoleksi 339 prestasi, serta MAN Insan Cendekia Padang Pariaman dengan 380 prestasi.
Masuknya MAN 2 Padangsidimpuan ke jajaran sekolah terbaik nasional menunjukkan bahwa kualitas pendidikan madrasah tidak kalah dengan SMA negeri maupun swasta. Prestasi yang diraih mencakup berbagai bidang, dari akademik hingga non-akademik, yang dikumpulkan melalui kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Berikut daftar lengkap madrasah yang masuk pemeringkatan Puspresnas melalui SIMT:
Pemeringkatan SIMT yang dirilis Puspresnas menjadi salah satu acuan bagi orang tua dalam memilih sekolah. Bagi madrasah di daerah, masuknya nama MAN 2 Padangsidimpuan dalam daftar ini menjadi modal untuk menarik minat calon siswa baru.
Prestasi yang konsisten juga berpotensi membuka peluang beasiswa bagi siswa berprestasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sekolah dengan rekam jejak kompetisi yang kuat biasanya lebih mudah diakses untuk program afirmasi pendidikan tinggi.