SUMATERA UTARA — Rombongan Komisi VI DPR RI yang dipimpin Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Anggia Ermarini, meninjau langsung perkembangan operasional Pelindo di Surabaya. Dalam forum tersebut, manajemen Pelindo yang diwakili Direktur Utama Achmad Muchtasyar beserta jajaran direksi memaparkan sejumlah indikator utama yang menunjukkan tren positif.
Selain arus peti kemas, arus kapal yang dilayani Pelindo mencapai 681 juta gross tonnage (GT), tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani tercatat 11,6 juta orang, meningkat 9 persen secara tahunan.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi pasca-integrasi. Menurutnya, digitalisasi proses bisnis dan standardisasi layanan menjadi kunci utama peningkatan produktivitas pelabuhan.
"Capaian Semester I 2026 menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan berjalan pada arah yang tepat. Digitalisasi proses bisnis, standardisasi layanan, serta penguatan integrasi operasional mampu meningkatkan produktivitas pelabuhan sekaligus memberikan pelayanan yang semakin cepat, andal, dan efisien bagi pengguna jasa," ujar Achmad dalam keterangan resminya, Jumat (24/7).
Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran rantai logistik nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Efisiensi operasional yang dihasilkan dari transformasi ini dinilai mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama daya saing industri nasional.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengapresiasi capaian kinerja Pelindo yang dinilai terus menunjukkan perbaikan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia mendorong perusahaan untuk menjaga momentum transformasi yang telah berjalan.
"Komisi VI DPR RI mengapresiasi kinerja Pelindo yang mampu mencatatkan pertumbuhan operasional di tengah tantangan ekonomi dan logistik global. Transformasi dan digitalisasi yang dilakukan perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, dunia usaha, serta mampu meningkatkan daya saing logistik nasional," kata Anggia.
Kunjungan kerja ini menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara DPR RI dan badan usaha milik negara (BUMN) dalam mendorong peningkatan kinerja sektor kepelabuhanan nasional. Pelindo diharapkan tidak hanya berhenti pada pencapaian saat ini, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang semakin kompetitif di kancah regional.
Dengan pertumbuhan di seluruh indikator utama, Pelindo optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan. Penguatan konektivitas antardaerah menjadi fokus utama perusahaan untuk mendukung terwujudnya sistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pertumbuhan arus peti kemas dan penumpang yang signifikan juga menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tengah bergerak dinamis. Ke depan, sinergi antara regulator, DPR, dan BUMN akan menjadi faktor penentu dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur maritim di Indonesia.