7 Curug atau Air Terjun di Sumatera Utara yang Wajib Dikunjungi, Tersembunyi dan Wajib Coba

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:54:31 WIB

Berbicara soal air terjun di Sumatera Utara, kebanyakan orang langsung teringat Sipiso-piso. Tapi provinsi ini punya lebih banyak curug yang tak kalah memukau. Mulai dari akses mudah di pinggir jalan raya hingga yang harus ditempuh trekking beberapa jam, semuanya menawarkan pengalaman berbeda. Berikut tujuh di antaranya yang layak dikunjungi.

1. Air Terjun Sipiso-piso – Karo

Terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sipiso-piso adalah air terjun paling ikonik di Sumut. Air jatuh dari ketinggian sekitar 120 meter langsung menuju Danau Toba. Pemandangan dari tebing atas sudah spektakuler, tapi turun ke dasar curug memberi sensasi berbeda.

Tips: Bawa jaket karena angin di puncak cukup kencang. Jalur ke bawah curam dan licin, pastikan pakai sepatu anti-selip. Waktu terbaik pagi atau sore saat cahaya tidak terlalu silau.

2. Air Terjun Aek Martua – Simalungun

Berada di Desa Huta Tinggir, Kecamatan Raya, Aek Martua punya aliran air yang tidak terlalu deras, cocok untuk berenang. Lingkungan sekitar masih asri, dengan pohon-pohon besar dan batu-batuan alami. Lokasinya relatif dekat dari Kota Pematang Siantar, sekitar 30–40 menit berkendara.

Tips: Datang di akhir pekan biasanya lebih ramai. Bawalah bekal makanan karena warung di sekitar terbatas. Jangan lupa bawa pakaian ganti.

3. Air Terjun Tangga 1000 – Tapanuli Selatan

Dinamakan Tangga 1000 karena jalur turunnya berupa anak tangga dari batu yang cukup panjang. Curug ini berada di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sipirok. Ketinggian air terjun sekitar 30 meter, dengan kolam yang tenang di bawahnya. Suasana sejuk dan tenang, cocok untuk melepas penat.

Tips: Fisik harus prima—sekitar 600–800 anak tangga. Siapkan air minum lebih dan jangan terburu-buru. Lebih baik mulai turun pagi agar punya waktu cukup naik kembali.

4. Air Terjun Situnggaling – Toba

Terletak di Desa Situnggaling, Kecamatan Lagu Boti, air terjun ini memiliki tiga undakan dengan ketinggian total sekitar 15 meter. Uniknya, air mengalir melalui celah batu besar yang membentuk ceruk alami. Tempat ini jarang dikunjungi wisatawan, jadi Anda bisa menikmati suasana lebih privat.

Tips: Gunakan GPS atau tanya penduduk setempat karena petunjuk jalan terbatas. Sepatu tracking wajib. Bawalah kamera tahan air karena percikan cukup basah.

5. Air Terjun Panatapan – Tapanuli Utara

Panatapan berlokasi di kawasan Silangit, dekat Bandara Silangit. Air terjun ini tidak terlalu tinggi—sekitar 10 meter—tapi memiliki debit air stabil sepanjang tahun. Kolam di bawahnya dangkal, aman untuk anak-anak. Banyak warga setempat menjadikannya tempat rekreasi keluarga.

Tips: Akses mudah, bisa pakai kendaraan sampai parkiran. Bawalah tikar untuk duduk santai. Jangan buang sampah sembarangan karena belum ada petugas kebersihan rutin.

6. Air Terjun Parsingguran – Tapanuli Utara

Berada di Desa Parsingguran, Kecamatan Tarutung, curug ini mengalir dari tebing kapur setinggi 20 meter. Airnya jernih kebiruan, dan di musim kemarau bisa berenang. Di sekitarnya juga terdapat beberapa goa kecil yang bisa dijelajahi.

Tips: Datang setelah musim hujan (sekitar November–Maret) untuk debit air maksimal. Jangan masuk goa tanpa penerangan yang cukup. Siapkan sepatu karet karena batu lumutan licin.

7. Air Terjun Timbangan – Pakpak Bharat

Terletak di Kecamatan Tinada, curug Timbangan memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan kolam alami yang cukup dalam. Lokasinya berada di dalam kawasan hutan lindung, jadi suasananya masih sangat alami. Burung-burung hutan sering terlihat di sekitarnya.

Tips: Bawa senter dan jas hujan karena cuaca bisa berubah cepat. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima karena jalan menuju lokasi masih tanah dan berbatu. Jangan panjat batu di sekitar curug karena rawan longsor.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua air terjun ini bisa diakses dengan kendaraan pribadi? Sebagian besar, kecuali Situnggaling dan Parsingguran yang membutuhkan jalan kaki tambahan 10–20 menit. Pastikan mobil dalam kondisi baik, terutama untuk Timbangan.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke curug di Sumut? Umumnya di musim kemarau (April–September) karena debit air stabil dan jalan tidak licin. Namun beberapa curug seperti Aek Martua tetap bagus meski saat hujan.

Apakah ada biaya masuk? Harga bervariasi, cek langsung ke tempatnya sebelum berangkat. Beberapa dikelola masyarakat setempat dengan tarif sukarela, yang lain sudah ada tiket resmi.

Bolehkah berenang di semua curug? Tidak semua. Sipiso-piso dan Tangga 1000 tidak disarankan karena arus deras dan kedalaman tidak menentu. Aek Martua dan Panatapan aman untuk berenang.

Apakah butuh pemandu lokal? Untuk curug yang jarang dikunjungi seperti Situnggaling dan Parsingguran, disarankan menggunakan jasa pemandu dari desa terdekat. Biayanya bisa dinegosiasikan.

Pengalaman menikmati curug di Sumatera Utara bukan hanya soal pemandangan, tapi juga ritme alam yang jarang ditemukan di kota. Setiap lokasi punya tantangan dan karakter sendiri. Sebelum berangkat, pastikan kondisi fisik prima dan perbekalan cukup. Langkahkan kaki, rasakan percikan airnya, dan biarkan suara gemuruh menjadi latar perjalanan Anda.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Air terjun m?
na di Sumatera Utara yang cocok untuk berenang? A: Air Terjun Aek Martua di Simalungun cocok untuk berenang karena aliran airnya tidak terlalu deras.

Reporter: Fajar
Back to top