GUNUNGSITOLI — Museum Pusaka Nias bukan sekadar tempat penyimpanan benda kuno. Di dalamnya, tersimpan bukti peradaban masyarakat Ono Niha yang telah tercatat dalam sejarah mancanegara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun bergerak cepat untuk mengangkat statusnya.
Wakil Gubernur Sumut Surya, yang didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, menyatakan bahwa aset sejarah ini harus menjadi kebanggaan Indonesia. “Kami menginginkan Museum Pusaka Nias menjadi destinasi wisata sejarah kelas dunia,” ucapnya di Gunungsitoli, Kamis.
Direktur Museum Pusaka Nias, Nata'alui Duha, menjelaskan bahwa Kepulauan Nias secara historis terbelah menjadi dua kawasan budaya besar: Nias Utara dan Nias Selatan. Perbedaan ini bukan sekadar administrasi, melainkan terlihat jelas dari bentuk rumah adat dan dialek bahasa.
“Kalau di selatan, bentuk rumahnya segi empat. Sedangkan di utara itu oval. Bahasanya juga agak berbeda di sini (utara) dan di Telukdalam,” kata Nata'alui. Ia menambahkan bahwa jauh sebelum pemekaran kabupaten/kota, Nias sudah terbagi secara kultural antara utara dan selatan.
Wagub Surya menekankan pentingnya menularkan pengetahuan tentang Nias kepada generasi muda di luar Kepulauan Nias. “Ternyata Nias ini dalam sejarah tercatat di mancanegara. Kami akan bawa ini untuk ditularkan kepada generasi muda di luar Kepulauan Nias,” ujarnya didampingi Staf Ahli I Tim Penggerak PKK Sumut, Titiek Sugiharti.
Menurutnya, pelestarian museum ini bukan hanya tugas pemerintah kota. Pemerintah provinsi memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga dan melestarikan warisan tersebut. “Ini tanggung jawab Pak Wali Kota untuk menjaganya. Begitu juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara punya kewajiban untuk menjaga dan melestarikan ini. Sekaligus nanti akan kami bawa ke Bapak Gubernur agar bisa diakomodir,” kata Surya.
Dengan nilai sejarah dan budaya yang tinggi, pelestarian Museum Pusaka Nias menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah berharap museum ini tidak hanya menjadi tempat belajar sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik wisata unggulan yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara.
Langkah Pemprov Sumut ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya di kawasan timur Sumatera. Dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu merealisasikan target museum kelas dunia tersebut.