Hutama Karya Garap Pemulihan 249 Rumah Ibadah di 11 Daerah Sumut Pascabanjir dan Longsor, Target Rampung Akhir 2026

Penulis: Ragil  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 00:45:31 WIB
PT Hutama Karya mulai pemulihan 249 rumah ibadah di 11 daerah Sumut pascabanjir dan longsor.

MEDAN — Sebanyak 249 unit rumah ibadah di Sumatera Utara yang rusak akibat bencana hidrometeorologi dan gempa bumi akan segera dipulihkan. Proyek yang digarap PT Hutama Karya (Persero) ini mencakup delapan kabupaten dan tiga kota, mulai dari Deli Serdang hingga Padangsidimpuan.

Penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu diberikan melalui mekanisme penunjukan langsung. Kontrak ditandatangani pada Selasa (30/6/2026) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis II, Eva Prasusani, bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara, Kurniawan, serta Executive Vice President Infrastruktur II Hutama Karya, Andung Damar Sasongko.

Lingkup Pekerjaan: dari Atap Rusak hingga Instalasi Listrik

Pekerjaan pemulihan tidak hanya memperbaiki struktur bangunan yang retak atau ambruk. Lingkup proyek juga mencakup perbaikan arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) di setiap tempat ibadah.

Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan proyek ini merupakan wujud kehadiran perusahaan di tengah masyarakat yang terdampak bencana. "Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan metode yang terukur dan tetap menjaga keselamatan kerja, agar prasarana peribadatan dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Mengapa Hutama Karya Libatkan Kontraktor Lokal?

Untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan, Hutama Karya menggandeng kontraktor lokal PT Dungo Reksa melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Dalam konsorsium ini, Hutama Karya menjadi pemimpin dengan porsi pekerjaan 70 persen, sementara PT Dungo Reksa mengerjakan 30 persen sisanya.

Langkah ini dinilai strategis karena kontraktor lokal lebih memahami karakteristik medan dan akses ke lokasi-lokasi terdampak yang tersebar di 11 daerah. Daerah yang menjadi sasaran pemulihan meliputi Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Langkat, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, serta tiga kota: Medan, Binjai, dan Padangsidimpuan.

Jadwal Pengejaran: Enam Bulan untuk 11 Daerah

Pekerjaan dimulai pada akhir Juni 2026 dan harus rampung dalam waktu enam bulan, tepatnya akhir Desember 2026. Target ini dinilai cukup ketat mengingat sebaran lokasi yang melintasi wilayah pesisir hingga dataran tinggi.

Hutama Karya memastikan pelaksanaan proyek mengedepankan kualitas dan ketepatan waktu. Perusahaan juga berkomitmen memberdayakan tenaga kerja serta material lokal selama proses pemulihan berlangsung.

Reporter: Ragil
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top