MEDAN — BBMKG Wilayah I meminta warga di kawasan perkotaan dan dataran tinggi untuk mewaspadai potensi genangan air akibat hujan yang diprediksi turun sejak tengah hari. Selain kelima daerah utama, hujan sedang juga diperkirakan mengguyur Dairi, Humbang Hasundutan, Binjai, Pematangsiantar, Simalungun, dan Pakpak Bharat pada periode yang sama.
Potensi hujan tidak berhenti di siang hari. BBMKG Wilayah I mencatat, pada malam hari nanti hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di Asahan, Dairi, Humbahas, Mandailing Natal, Padang Lawas, Samosir, Pakpak Bharat, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Toba. Masyarakat di daerah tersebut disarankan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis.
Untuk kawasan perkotaan, suhu udara di Kota Medan diprediksi berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celcius dengan kecepatan angin mencapai 5 kilometer per jam. Sementara itu, Kabupaten Deli Serdang memiliki rentang suhu yang lebih lebar, yakni 17 hingga 30 derajat Celcius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam. Perbedaan suhu ini menandakan kondisi atmosfer yang cukup labil di wilayah penyangga ibu kota provinsi.
Secara keseluruhan, suhu udara di Provinsi Sumatera Utara hari ini berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celcius. Kelembapan udara terpantau sangat tinggi, mencapai 67 hingga 99 persen, yang menjadi salah satu pemicu terbentuknya awan hujan konvektif. BBMKG juga mencatat angin bergerak dari arah Selatan ke Barat Daya dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Meskipun tidak ada tanda titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Sumut, BBMKG Wilayah I mengingatkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir lokal dan tanah longsor tetap perlu diantisipasi. Hal ini terutama berlaku di wilayah lereng dan dataran rendah yang padat penduduk seperti Deli Serdang dan Langkat. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.