MEDAN — Kabag Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut, Ahmad Yamin, mengungkapkan bahwa penunjukan Sumut sebagai tuan rumah tidak hanya sekadar menjadi lokasi pertemuan. "Ini adalah kesempatan besar untuk menghadirkan berbagai gagasan dan proyek strategis yang dapat masuk dalam blueprint IMT-GT lima tahun ke depan," ujarnya dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Menurut Yamin, forum kerja sama ekonomi subregional yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam kerangka ASEAN ini selama ini telah memberikan dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi kawasan. Beberapa proyek yang sudah berjalan antara lain pengembangan Kawasan Industri Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun dan kawasan Kaldera Toba yang mencakup wilayah Danau Toba dan sekitarnya.
"Momentum ini tidak boleh terlewat, karena menjadi peluang memperkuat daya saing Sumut di tingkat internasional," tegas Yamin.
Forum IMT-GT membahas berbagai program prioritas melalui delapan kelompok kerja yang kemudian dirumuskan dalam cetak biru pembangunan ekonomi kawasan lima tahun mendatang. Sektor-sektor yang menjadi fokus pembahasan meliputi pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, serta infrastruktur dan transportasi.
Yamin menekankan bahwa seluruh usulan proyek yang diajukan harus memiliki keterkaitan kepentingan bersama antara ketiga negara. "Ide proyek diajukan harus memiliki nilai manfaat bersama. Bukan hanya baik untuk Sumatera Utara atau Indonesia, tetapi juga memberikan keuntungan bagi Malaysia dan Thailand, sehingga tercipta kerja sama yang saling menguatkan," paparnya.
Pemprov Sumut berharap peran sebagai tuan rumah IMT-GT tahun ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi dan memperkuat sektor unggulan daerah. "Kemudian, mendorong lahirnya berbagai proyek strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan," ujar Yamin.
Pertemuan tingkat menteri ke-32 IMT-GT ini dijadwalkan berlangsung di Medan pada September 2026, dengan rangkaian kegiatan yang akan melibatkan delegasi dari tiga negara anggota.