Gubernur Sumut Minta PT ALS Fasilitasi Keluarga Korban Tes DNA

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 01:04:01 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta PT ALS memfasilitasi keluarga korban untuk tes DNA di Palembang.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta manajemen PT ALS memfasilitasi keberangkatan keluarga korban kecelakaan bus ke Palembang untuk proses identifikasi jenazah melalui tes DNA, Kamis (7/6/2026). Langkah ini diambil menyusul kecelakaan maut di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melakukan kunjungan kerja ke kantor PT ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, guna memastikan penanganan korban kecelakaan bus yang terjadi di Sumatera Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan agar pihak perusahaan segera menghubungi keluarga korban yang belum teridentifikasi untuk diberangkatkan menuju Palembang.

Bobby menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyatakan kesediaan untuk membantu akomodasi dan biaya selama proses identifikasi berlangsung. Namun, ia menekankan bahwa PT ALS memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas transportasi bagi keluarga korban, baik yang berdomisili di Medan maupun di luar wilayah Sumatera Utara.

Koordinasi Lintas Provinsi dan Kendala Identifikasi

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Gubernur Sumatera Selatan, seluruh keluarga korban yang perlu melakukan tes DNA akan mendapatkan bantuan penuh dari pemerintah setempat terkait kebutuhan selama di Palembang. Kendala utama dalam proses identifikasi saat ini adalah tidak lengkapnya manifest atau daftar penumpang bus saat keberangkatan.

Gubernur menyayangkan ketidakteraturan data manifest tersebut karena menghambat proses pencarian kontak keluarga. Ia memandang persoalan ini harus menjadi evaluasi serius bagi manajemen perusahaan transportasi di Sumatera Utara agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Persoalan manifest ini menjadi pelajaran ke depan agar PT ALS dapat berbenah menjadi lebih baik lagi," ujar Bobby Nasution saat memberikan keterangan di kantor PT ALS, Kamis (7/6/2026).

Evaluasi Keselamatan Transportasi

Sebagai tindak lanjut dari insiden ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memperketat pengawasan terhadap kelayakan kendaraan dan standar operasional prosedur perusahaan otobus. Beberapa poin evaluasi yang ditekankan oleh Gubernur meliputi:

  • Pemeriksaan rutin kelayakan teknis armada bus sebelum diberangkatkan.
  • Pelaksanaan tes narkoba dan alkohol bagi sopir serta kru bus secara berkala untuk memastikan keamanan penumpang.
  • Pengecekan kondisi fisik dan mental pengemudi agar tidak memaksakan diri saat bertugas.
  • Kewajiban pengisian manifest penumpang secara akurat, lengkap, dan sesuai identitas resmi.

Kronologi Kecelakaan di Musi Rawas Utara

Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu (6/5/2026) siang. Bus ALS bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya, yang kemudian memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan seluruh bagian kedua kendaraan tersebut.

Data kepolisian mencatat sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban tewas di antaranya adalah pengemudi bus bernama Alif (44) asal Jawa Tengah dan seorang kernet bernama Saf (50) asal Medan. Selain itu, pengemudi truk tangki, Yanto, bersama kernetnya, Martini, juga dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga penumpang bus dilaporkan selamat dan telah dievakuasi ke puskesmas setempat.

Satlantas Polres Musi Rawas Utara menduga kecelakaan dipicu oleh bus ALS yang mencoba menghindari lubang di jalan yang tidak rata. Saat bermanuver, bus masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki yang sedang melaju dari arah Kota Lubuklinggau menuju Jambi.

Reporter: Yasir
Sumber: medan.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top