KABANJAHE — Pemerintah Kabupaten Karo mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan menggandeng tim verifikasi pusat. Proyek pendidikan ini diproyeksikan berlokasi di Kecamatan Merek, yang dinilai memiliki potensi strategis untuk pemerataan kualitas layanan pendidikan di Tanah Karo.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menerima langsung kunjungan Tim Verifikasi dari Kemendikdasmen dan BPMP di Ruang Rapat Bupati Karo, Kamis (7/5/2026). Pertemuan ini menjadi agenda krusial dalam menilai kesiapan daerah, mulai dari aspek legalitas lahan hingga dukungan sosial masyarakat setempat.
Kecamatan Merek dipilih karena dianggap memiliki kebutuhan besar terhadap akses pendidikan unggul yang selama ini masih terpusat di wilayah perkotaan. Pemkab Karo mengeklaim telah menuntaskan seluruh persiapan administratif dan teknis agar proyek ini segera terealisasi.
“Pendidikan merupakan pondasi utama membangun generasi yang unggul, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing di era global. Karena itu kami mengajukan usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata,” ujar Bupati Antonius Ginting.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa dukungan masyarakat di Kecamatan Merek sudah dikantongi. Komitmen keberlanjutan program menjadi poin utama yang ditawarkan Pemkab Karo kepada pemerintah pusat agar usulan ini diprioritaskan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karo menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebagai bentuk jaminan keseriusan daerah. Dokumen ini menjadi syarat wajib bagi daerah yang mengusulkan bantuan pembangunan fasilitas pendidikan nasional dari pusat.
Perwakilan Tim Verifikasi Kemendikdasmen, Dr. Ing. M. Fakhruriza Pradana, memberikan sinyal positif terhadap progres yang ditunjukkan Pemkab Karo. Tim pusat meninjau dua lokasi usulan untuk melihat langsung kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah.
“Kami melihat keseriusan Pemkab Karo dalam menyiapkan seluruh dokumen dan dukungan. Dua lokasi yang diusulkan memiliki potensi baik. Hasil pertemuan ini akan menjadi bahan pertimbangan kami di pusat,” kata Fakhruriza.
Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan tidak hanya sekadar bangunan fisik, namun menjadi pusat pendidikan yang melek teknologi. Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Karo untuk menyelaraskan visi "Karo Unggul" dengan target Indonesia Emas 2045.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, serta sejumlah kepala dinas terkait. Tim verifikasi pusat yang hadir terdiri dari Rama Indera Kusuma, M. Faisal Syamir, dan Arif Tagor Rangkuti yang bertugas melakukan sinkronisasi data teknis di lapangan.
Pemkab Karo kini menunggu hasil keputusan final dari Kemendikdasmen terkait status kelulusan usulan di Kecamatan Merek. Jika disetujui, proyek ini akan menjadi salah satu investasi pendidikan terbesar di Karo dalam beberapa dekade terakhir.