PEMATANGSIANTAR — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menilai edukasi ekonomi dan keuangan syariah punya arti penting bagi pemerintah kota. Ekonomi syariah, katanya, tidak hanya berkaitan dengan sistem perbankan dan transaksi sesuai prinsip syariah, tetapi juga mengajarkan aktivitas ekonomi yang adil, transparan, produktif, dan berkelanjutan.
Pandangan itu disampaikan Wesly saat membuka kegiatan Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Aula Kantor Inspektorat Daerah Kota Pematangsiantar, Jalan Siatas Barita, Kecamatan Siantar Timur. Kegiatan bertajuk "Wakaf Produktif: Manfaat Berkelanjutan, Kemandirian Menguat, Ekonomi Umat Meningkat" itu menyasar pelaku UMKM dan pemangku kepentingan ekonomi syariah di kota tersebut.
Mengapa Bantuan UMKM Tidak Cukup Diserahkan Begitu Saja
Wesly menyambut baik pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun ia menegaskan pemberdayaan tidak berhenti pada penyerahan bantuan atau aset.
"Literasi ekonomi dan keuangan syariah perlu kita dorong agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga mampu memahami risiko, memilih layanan yang tepat, serta mengelola dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak," ujar Wesly.
Menurutnya, wakaf produktif untuk UMKM perlu didukung langkah konkret yang berkelanjutan. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti saat diserahkan, tetapi menjadi modal awal bagi masyarakat membangun kemandirian ekonomi.
Langkah Konkret yang Diminta Wesly untuk Pelaku UMKM
Wesly merinci sejumlah langkah yang perlu didukung dalam pengembangan wakaf produktif bagi UMKM. Mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas pelaku usaha, literasi keuangan, pencatatan keuangan, akses perbankan, hingga evaluasi perkembangan usaha.
- Pendampingan usaha bagi pelaku UMKM penerima manfaat
- Peningkatan kapasitas dan literasi keuangan pelaku usaha
- Pencatatan keuangan yang tertib
- Akses perbankan dan layanan keuangan syariah
- Evaluasi perkembangan usaha secara berkala
Kepada para peserta, Wesly mengimbau agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia mendorong peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan memperluas wawasan.
Sinergi dengan OJK, BI, Baznas, dan Bank Sumut Syariah
Wesly juga mengajak mitra strategis memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Mitra yang dimaksud meliputi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Bank Sumut Syariah, lembaga jasa keuangan, perangkat daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, memperluas wawasan, membuka akses, dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan perekonomian Kota Pematangsiantar," harapnya.
Kegiatan ini juga terkait dengan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Keduanya menjadi kanal untuk memperluas akses keuangan syariah bagi warga Pematangsiantar, termasuk pelaku UMKM yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan formal.