Pencarian

Dosen FKIP UMSU Bedah Buku Puisi Sastrawan Nasional Ubaidillah Al Anshori di Gramedia Medan

Senin, 12 Oktober 2026 • 10:48:32 WIB
Dosen FKIP UMSU Bedah Buku Puisi Sastrawan Nasional Ubaidillah Al Anshori di Gramedia Medan
Dosen FKIP UMSU, Yulhasni, menjadi pembicara dalam bedah buku kumpulan puisi "Sebuah Kota Sebuah Umpama" karya Ubaidillah Al Anshori di Gramedia Medan, Sabtu (10/10/2026).

Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Yulhasni, tampil sebagai pembicara dalam bedah buku kumpulan puisi "Sebuah Kota Sebuah Umpama" karya sastrawan nasional Ubaidillah Al Anshori di Toko Gramedia Medan, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang digelar pukul 17.00 WIB itu juga menghadirkan sastrawan Sumatera Utara Hasan Al Banna dan Titan Sadewo sebagai pembedah. Acara tersebut merupakan bagian dari agenda Semesta Buku yang digagas Gramedia Medan.

MEDAN — Bedah buku kumpulan puisi "Sebuah Kota Sebuah Umpama" menghadirkan tiga pembicara yang merupakan akademisi dan sastrawan Sumatera Utara. Ubaidillah Al Anshori, penulis buku tersebut, dikenal lewat puisi-puisi naratifnya dan tercatat sebagai alumnus Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU.

Kegiatan berlangsung di Toko Gramedia Medan dan dihadiri puluhan mahasiswa serta masyarakat umum. Peserta yang hadir mayoritas merupakan mahasiswa FKIP UMSU yang tergabung dalam Komunitas KOPI SUHI.

Kepengrajinan Kata Benda dan Kata Kerja dalam Puisi Ubai

Dalam paparannya, Yulhasni menilai Ubai, sapaan akrab sang penyair, bermain dengan kata benda dan kata kerja dalam kepengrajinan puisinya.

"Kata benda menjadi rujukan suatu masa, memori, atau tempat, sedangkan kata kerja menjadi penggerak yang menarik yang lampau sekaligus menatap yang kini," ujarnya.

Menurut Yulhasni, di situlah kepengrajinan seorang penyair paling kentara. "Kata benda memberi puisi pijakan, kata kerja memberinya arah. Penyair yang matang tahu kapan harus menahan dan kapan harus menggerakkan," katanya.

Yulhasni menyebut kata benda sebagai jangkar. Rumah, tiang, jendela, kota, sungai, dan surau membawa lapisan waktu sekaligus lapisan tempat. Penyair yang cermat, katanya, memilih benda yang spesifik karena kekhususan itulah yang membuat pembaca percaya.

Ia mencontohkan frasa "rumah panggung berjendela kisi-kisi" yang menghadirkan sebuah dunia, sedangkan "tempat tinggal" hanya menyebut golongan. Dari pembacaannya, Yulhasni menguraikan lima hal yang ditawarkan Ubai tentang tempat dalam kumpulan puisi tersebut.

Hasan Al Banna: Ubai Belajar dari Sastrawan Sumatera Barat

Sementara itu, Hasan Al Banna mengungkapkan bahwa Ubai banyak belajar dari para sastrawan Sumatera Barat. Ia mengaku Ubai menjalani proses kepenyairan yang cukup panjang hingga akhirnya dikenal sebagai sastrawan nasional seperti sekarang.

Titan Sadewo, yang juga alumnus Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU, turut hadir sebagai pembedah dalam acara tersebut.

KOPI SUHI dan Penguatan Literasi Mahasiswa

Wakil Dekan III FKIP UMSU, Mandra Saragih, mengatakan kehadiran mahasiswa KOPI SUHI pada kegiatan tersebut bertujuan menambah wawasan sastra dan memperkuat literasi.

Menurutnya, sejak didirikan KOPI SUHI telah banyak berkiprah. "Kita mendukung sekali kegiatan KOPI SUHI," kata Mandra.

KOPI SUHI merupakan komunitas yang digagas Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Afiv Toni Saragih, dan Sekretaris Program Studi, Khairul Anam.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks