SUMATERA UTARA — Samsung Galaxy A08 resmi dijual nasional mulai 2 Oktober 2026 dengan baterai 6.000 mAh dan harga Rp2.999.000, tapi ada satu kompromi besar di layarnya. Ponsel ini masuk kelas entry-level Samsung, bersaing langsung dengan Redmi 14C dan Realme C75, dan menyasar pengguna yang butuh daya tahan baterai ketimbang layar tajam.
Varian termurah dibanderol Rp2.999.000 untuk RAM 4GB/64GB, sementara versi 128GB dijual Rp3.599.000. Keduanya sudah bisa dibeli lewat kanal resmi Samsung di Indonesia sejak awal Oktober 2026.
Baterai 6.000 mAh dengan Charging 25W
Kapasitas 6.000 mAh menempatkan Galaxy A08 di atas rata-rata ponsel sekelasnya yang umumnya masih 5.000 mAh. Samsung mengeklaim kapasitas ini cukup untuk menonton video, berselancar di media sosial, hingga bermain game seharian.
Pengisian daya dibatasi di 25W. Angka ini tergolong standar untuk kelas entry-level, tapi bukan yang tercepat — beberapa kompetitor di rentang harga sama sudah menawarkan 33W hingga 45W.
Chipset Helio G99+ dan RAM LPDDR5
Dapur pacunya mengandalkan MediaTek Helio G99+ dengan fabrikasi 6nm. Chipset ini dipadukan RAM LPDDR5 yang diklaim Samsung punya kecepatan transfer data 30 persen lebih tinggi dibanding LPDDR4X.
Ada juga fitur RAM Plus untuk menambah kapasitas memori virtual. Kombinasi ini diarahkan agar perpindahan aplikasi dan multitasking terasa lebih responsif, meski perlu pengujian lebih jauh untuk membuktikan klaim tersebut di pemakaian nyata.
Layar 6,7 Inci 90Hz, Resolusi Masih 720p
Panel yang dipakai adalah PLS LCD 6,7 inci dengan resolusi 720 x 1.600 piksel. Refresh rate 90Hz membuat scrolling terasa lebih mulus dibanding layar 60Hz standar.
Sayangnya, resolusi 720p di layar sebesar 6,7 inci berpotensi membuat teks dan ikon terlihat kurang tajam, terutama saat menonton konten Full HD. Ini titik kompromi paling terasa di Galaxy A08.
Kamera 50MP Tanpa OIS
Kamera belakang mengandalkan sensor utama 50MP yang ditemani kamera depth 2MP. Kamera depan beresolusi 8MP untuk kebutuhan selfie dan video call.
Perekaman video dibatasi hingga Full HD 30fps dan belum dilengkapi OIS. Untuk kelas harga ini wajar, tapi pengguna yang sering merekam video bergerak perlu mempertimbangkan stabilitas gambar.
Fitur AI dan Ketahanan IP64
Samsung membekali Galaxy A08 dengan Circle to Search with Google, Google Gemini, dan Perplexity. Fitur-fitur ini membantu pencarian informasi dan kebutuhan harian langsung dari layar ponsel.
Dari sisi ketahanan, ada sertifikasi IP64 untuk perlindungan debu dan cipratan air. Samsung juga menyematkan Knox Vault untuk keamanan data pribadi.
Kelebihan
- Baterai 6.000 mAh, terbesar di kelas harga Rp3 jutaan
- Chipset Helio G99+ 6nm dengan RAM LPDDR5
- Layar 90Hz untuk scrolling lebih mulus
- Fitur AI lengkap: Circle to Search, Gemini, Perplexity
- Sertifikasi IP64 dan keamanan Knox Vault
Kekurangan
- Resolusi layar masih 720p di panel 6,7 inci
- Charging 25W kalah cepat dari kompetitor sekelas
- Kamera tanpa OIS, video maksimal Full HD 30fps
- Kamera depth 2MP terkesan sekadar pelengkap
Verdict
Samsung Galaxy A08 cocok untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai dan ekosistem Samsung di rentang harga Rp3 jutaan. Baterai 6.000 mAh plus fitur AI lengkap jadi nilai jual utamanya.
Namun kalau layar tajam dan pengisian cepat lebih penting, ada baiknya membandingkan dulu dengan kompetitor yang menawarkan panel Full HD dan charging lebih kencang di harga serupa. Galaxy A08 lebih tepat untuk pemakaian harian ringan hingga menengah, bukan untuk gaming berat atau konsumsi konten resolusi tinggi.