Pencarian

Intip Garasi Pertamina Enduro VR46 Jelang Sprint Race MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 15:49:01 WIB
Intip Garasi Pertamina Enduro VR46 Jelang Sprint Race MotoGP Mandalika
Motor balap Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli berada di paddock Pertamina Enduro VR46 usai sesi kualifikasi MotoGP Mandalika.

SUMATERA UTARA — Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli menyimpan motor balap mereka di paddock Pertamina Enduro VR46 usai sesi kualifikasi di Sirkuit Pertamina Mandalika. Di Giannantonio tampil impresif dengan menempati posisi ketiga, sementara Morbidelli harus puas start dari urutan ke-11 pada Sprint Race.

Kedua motor itu tidak sekadar dipajang. Tim VR46 membeberkan sejumlah detail teknis kepada media yang mengikuti tur, termasuk aturan pembatasan mesin yang wajib dipatuhi setiap pembalap sepanjang musim.

Jatah Tujuh Mesin per Pembalap untuk Dua Motor

Dalam tur tersebut, tim VR46 menjelaskan bahwa setiap rider hanya memiliki jatah tujuh mesin per musim. Jatah itu harus dibagi untuk dua motor yang dipakai sepanjang kompetisi.

Aturan ini menjadi salah satu faktor yang membuat manajemen mesin jadi krusial. Pembalap tidak bisa bebas mengganti mesin setiap seri, sehingga strategi pemakaian harus dihitung cermat sejak awal musim.

Garasi VR46 sendiri menyimpan motor-motor tersebut dalam kondisi siap tempur. Usai kualifikasi, mekanik langsung melakukan pengecekan sebelum Sprint Race digelar.

Di Giannantonio Start Ketiga, Morbidelli Ke-11

Di Giannantonio menunjukkan performa menjanjikan di sesi kualifikasi. Ia berhasil mengamankan posisi ketiga dan akan start dari barisan depan pada Sprint Race.

Hasil berbeda diraih Morbidelli. Pembalap Italia itu harus memulai balapan dari posisi ke-11, sehingga butuh strategi agresif untuk bisa menembus sepuluh besar.

Selisih posisi keduanya cukup jauh. Di Giannantonio punya peluang besar mengamankan poin besar, sementara Morbidelli dituntut tampil lebih ganas sejak lap pertama.

Mandalika Jadi Panggung Penting Kedua Pembalap

Sirkuit Pertamina Mandalika menjadi salah satu seri yang dinanti tim VR46. Trek jalan raya ini punya karakter berbeda dibanding sirkuit permanen, terutama di sektor pengereman dan traksi.

Bagi Di Giannantonio, start dari posisi ketiga adalah modal berharga. Ia hanya perlu menjaga ritme dan menghindari kontak di tikungan pertama yang sering jadi titik panas.

Morbidelli di sisi lain harus cerdik memanfaatkan slipstream dan memilih momen tepat untuk menyalip. Mandalika menyediakan beberapa titik overtaking, terutama di lintasan lurus panjang sebelum tikungan terakhir.

Keduanya masih punya waktu untuk melakukan penyesuaian akhir. Tim VR46 disebut terus mengolah data kualifikasi untuk menentukan setelan motor yang paling pas dengan kondisi aspal Mandalika.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks