Pencarian

Bulog Bangun 100 Gudang Baru, Tekan Sewa Beras 2,1 Juta Ton

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 08:19:32 WIB
Bulog Bangun 100 Gudang Baru, Tekan Sewa Beras 2,1 Juta Ton
Perum Bulog menyiapkan pembangunan 100 unit gudang baru di seluruh Indonesia.

SUMATERA UTARA — Perum Bulog menyiapkan pembangunan 100 unit gudang baru di seluruh Indonesia untuk memangkas ketergantungan pada fasilitas sewa yang kini menampung 2,1 juta ton beras. Langkah ini diambil setelah kapasitas gudang milik perusahaan dinilai tidak lagi cukup menampung lonjakan stok pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembangunan gudang mandiri menjadi prioritas untuk memperbaiki efisiensi operasional perseroan. Saat ini Bulog hanya mengandalkan gudang sendiri berkapasitas 3,1 juta ton, sementara kebutuhan penyimpanan melonjak tajam pada periode panen raya.

Rizal menuturkan, kapasitas gudang sewa yang masih berjalan mencapai 2,1 juta ton. Angka itu turun dari puncak sewa yang pernah menyentuh 3 juta ton ketika stok Bulog menembus 5,4 juta ton pada September lalu.

Puncak Stok 5,4 Juta Ton Jadi Pemicu

Lonjakan serapan gabah dan beras pada September membuat ruang penyimpanan Bulog nyaris penuh. Perusahaan pun terpaksa menyewa gudang pihak ketiga dalam jumlah besar agar komoditas tidak rusak di lapangan.

"Gudang yang kami sewa karena kemarin kami sempat di puncaknya capaian Bulog itu adalah di bulan September 5,4 juta ton, maka kami sempat sewa gudang sampai dengan 3 juta ton. Nah sekarang sisa space gudang kami dengan yang digunakan sekarang 4,5 juta ton tersebut, sisa space gudang kami sekitar 2,1 juta ton," ujar Rizal dalam konferensi pers Pengadaan 4 Juta Ton Beras di kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Dari total kapasitas terpakai 4,5 juta ton, sekitar 2,1 juta ton masih menempati gudang sewaan. Sisanya tersimpan di fasilitas milik Bulog sendiri yang tersebar di sejumlah wilayah sentra produksi.

Kontrak Sewa Tahunan Bikin Biaya Tak Bisa Dipangkas Cepat

Rizal menyebut opsi sewa masih berjalan karena skema kontrak pembayaran dilakukan per tahun, bukan bulanan atau triwulanan. Kondisi ini membuat Bulog tidak bisa langsung menghentikan biaya sewa begitu gudang baru berdiri.

"Sementara kami masih sewa gudang ya dan bayar sewanya tentu per tahun. Kan kalau sewa gudang bukan per bulan atau per triwulan atau semester, tapi kan sewa gudangnya per tahun. Jadi yang kami sewa masih 2,1 juta ton," ujarnya.

Artinya, beban sewa tahunan Bulog tetap melekat pada anggaran perseroan hingga kontrak berjalan selesai. Pembangunan gudang mandiri menjadi jalan keluar jangka menengah untuk menurunkan pos biaya penyimpanan yang terus membengkak saat stok melimpah.

Mengapa Gudang Sendiri Jadi Kunci

Kepemilikan gudang sendiri memberi Bulog kendali penuh atas kapasitas, lokasi, dan standar penyimpanan. Fasilitas sewaan sering kali tersebar tidak merata dan tidak dirancang khusus untuk komoditas pangan dalam volume besar.

  • Kapasitas gudang milik Bulog saat ini: 3,1 juta ton
  • Stok puncak September: 5,4 juta ton
  • Kapasitas gudang sewa puncak: 3 juta ton
  • Sisa kapasitas sewa berjalan: 2,1 juta ton
  • Rencana gudang baru: 100 unit di seluruh Indonesia

Dengan tambahan 100 gudang, Bulog berharap dapat menyerap hasil panen petani lebih cepat tanpa risiko penolakan karena keterbatasan ruang. Serapan yang lancar pada gilirannya menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil saat musim panen raya.

Eksekusi Menunggu Proses Internal

Rizal menyatakan realisasi proyek masih menunggu penyelesaian proses di internal perseroan, khususnya melalui Direktur SDM. Belum ada keterangan resmi soal nilai investasi, lokasi prioritas, maupun jadwal peletakan batu pertama.

"Sambil menunggu proses direktur SDM untuk segera merealisasikan untuk pembangunan 100 gudang baru di seluruh tanah air," pungkas Rizal.

Bagi pelaku pasar dan mitra logistik, kepastian jadwal pembangunan menjadi sinyal penting. Proyek ini berpotensi membuka peluang kerja sama konstruksi, pergudangan, dan rantai pasok pangan, sekaligus mengurangi permintaan sewa gudang komersial yang selama ini dinikmati operator swasta.

Bulog juga tengah menjalankan pengadaan 4 juta ton beras yang menjadi konteks konferensi pers tersebut. Kombinasi serapan besar dan keterbatasan gudang membuat percepatan pembangunan infrastruktur penyimpanan menjadi semakin mendesak.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks