Pencarian

ADHI Jual Saham Tol Solo-Yogyakarta Rp 1,76 T, Ini Tujuannya

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:19:31 WIB
ADHI Jual Saham Tol Solo-Yogyakarta Rp 1,76 T, Ini Tujuannya
Ilustrasi: PT Adhi Karya Tbk melepas seluruh sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo senilai Rp 1,76 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur.

SUMATERA UTARA — PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) senilai Rp 1,76 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Divestasi 47,18 persen saham itu dipakai untuk membayar utang berbunga dan memperkuat likuiditas perseroan. Transaksi ditargetkan rampung paling lambat 30 November 2026.

Langkah ini bagian dari strategi invest to divest yang diterapkan BUMN karya tersebut. ADHI mulanya menanam modal di badan usaha jalan tol untuk mendukung perolehan proyek konstruksi. Kini, saat nilai tambahnya sudah terbentuk, saham itu dilepas demi mengoptimalkan alokasi modal ke bisnis inti konstruksi.

Detail Transaksi dan Nilai Divestasi

ADHI akan menjual 1.714.808 saham JMJ atau setara 47,18 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,76 triliun, merujuk perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) yang sudah diteken kedua pihak.

Setelah penyelesaian transaksi, SMI akan menjadi pemegang saham JMJ dan ADHI tidak lagi memiliki saham dalam JMJ. Manajemen ADHI menyampaikan hal itu dalam keterbukaan informasi BEI.

“Setelah penyelesaian transaksi divestasi, SMI akan menjadi pemegang saham JMJ dan ADHI tidak lagi memiliki saham dalam JMJ,” tulis manajemen ADHI.

Dana Divestasi untuk Apa Saja

Dana hasil penjualan saham senilai Rp 1,7 triliun direncanakan untuk membayar utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, dan mendukung kebutuhan usaha lain sesuai skala prioritas. Manajemen menilai divestasi ini dapat meningkatkan likuiditas sekaligus memperbaiki struktur keuangan perseroan.

Langkah serupa juga membatasi kebutuhan tambahan penyertaan modal ADHI dalam pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo. Proyek itu masih membutuhkan pendanaan lanjutan dari para pemegang saham JMJ. Dengan melepas kepemilikan, ADHI bisa mengalihkan kapasitas pendanaannya ke bisnis inti dan prioritas usaha lain.

Alasan Lain: Proyeksi Kinerja JMJ Masih Merugi

Manajemen juga mempertimbangkan proyeksi kinerja keuangan JMJ yang diperkirakan masih merugi pada tahap awal pengoperasian jalan tol. Pendapatan tol belum optimal seiring perkembangan volume lalu lintas, sementara beban bunga pembiayaan tetap berjalan.

“Kerugian tersebut berpotensi memengaruhi kinerja keuangan Perseroan melalui pengakuan bagian rugi atas investasi pada JMJ,” tulis manajemen.

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan ADHI mempercepat pelepasan saham, alih-alih menahan investasi di ruas tol yang belum menghasilkan arus kas stabil.

Sejalan dengan Penyehatan Keuangan BUMN Karya

Manajemen ADHI menyebut divestasi ini sejalan dengan arah strategis pemegang saham untuk melakukan penyehatan keuangan dan penguatan fokus usaha BUMN karya. Sektor konstruksi pelat merah memang tengah dituntut memperbaiki struktur keuangan setelah bertahun-tahun menanggung beban utang proyek infrastruktur.

Dengan melepas aset non-inti, ADHI berharap bisa lebih fokus menggarap bisnis konstruksi yang menjadi kompetensi utamanya. Keputusan ini juga memberi ruang bagi SMI, sebagai pemegang saham baru, untuk melanjutkan pendanaan proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Penutup: Bagi investor, divestasi ini menjadi sinyal arah ADHI memperbaiki neraca lewat pelepasan aset yang menyerap modal besar. Keberhasilan transaksi sebelum 30 November 2026 akan menentukan seberapa cepat perbaikan likuiditas dan struktur keuangan perseroan terwujud.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks