SUMATERA UTARA — Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran financial fair play Premier League. Jamie Carragher meminta hukuman dijatuhkan musim ini juga agar dampaknya langsung terasa, bukan menunggu proses banding yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Vonis awal Premier League menyatakan Manchester City terbukti melanggar aturan financial fair play pada hampir semua dakwaan yang dikenakan. Dari total 115 dakwaan, 114 di antaranya dinyatakan terbukti bersalah. Klub milik Uni Emirat Arab itu konsisten menyangkal seluruh tuduhan sejak awal dan bersiap mengajukan banding yang diperkirakan berlangsung panjang.
Belum Ada Hukuman Tetap, Baru Sebatas Perkiraan
Hingga kini belum ada sanksi resmi yang ditetapkan untuk Manchester City. Yang beredar baru sebatas perkiraan bentuk hukuman, mulai dari pengurangan poin, degradasi, hingga denda dalam jumlah masif. Proses banding yang diajukan kubu City diprediksi membuat keputusan final masih jauh dari kata selesai.
Kondisi itulah yang membuat sejumlah pihak mendesak Premier League bergerak lebih cepat. Menunda hukuman sampai proses banding tuntas dianggap bakal menciptakan ketidakadilan kompetitif di lapangan.
Alasan Carragher: Gelar Musim Ini Bisa Terasa Seperti Lelucon
Mantan pemain Liverpool Jamie Carragher menilai penantian panjang hanya akan memperburuk citra kompetisi. Baginya, aneh jika Manchester City tetap bisa bertarung memperebutkan titel juara dan posisi Liga Champions sambil menunggu vonis akhir.
"Sekarang setelah kita tahu mereka bersalah -memang ada proses banding- namun mengingat adanya vonis awal yang menyatakan mereka sangat bersalah, menurut saya tidak ada pihak yang ingin menunggu lebih lama lagi," ujar Carragher di Sky Sports.
"Ini harus diselesaikan pada musim ini juga, karena dampaknya harus dirasakan oleh Man City pada musim depan. Saya tahu saat ini muncul anggapan bahwa proses ini hanyalah sandiwara; gelar juara Premier League musim ini pun akan terasa seperti lelucon kalau Man City akhirnya memenangkannya, mengingat apa yang kita ketahui telah terjadi."
Hukuman Diminta Berlaku Bertahun-tahun, Bukan Sekali Musim
Carragher menekankan bentuk sanksi apa pun tidak cukup hanya berupa hukuman satu kali untuk satu musim. Pelanggaran yang terjadi selama bertahun-tahun menurutnya harus dibayar dengan hukuman yang berlaku dalam rentang waktu serupa.
"Jadi, penyelesaiannya harus dilakukan musim ini. Soal hukumannya -apa pun bentuknya- menurut saya tidak bisa cuma berupa sanksi satu kali untuk satu musim saja, karena pelanggaran ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, menurut saya hukumannya pun harus berlaku untuk jangka waktu bertahun-tahun," tambahnya.
Apa Dampaknya bagi Peta Persaingan Premier League
Jika hukuman benar-benar dijatuhkan musim ini, posisi Manchester City di klasemen berpotensi berubah drastis. Pengurangan poin bisa menendang mereka keluar dari persaingan gelar maupun zona Liga Champions. Skenario terberat, degradasi, akan mengubah lanskap kompetisi secara menyeluruh.
Premier League belum memberi pernyataan resmi soal tenggat penjatuhan sanksi. Kubu Manchester City juga belum mengungkap detail strategi banding mereka. Yang jelas, duel di ruang sidang diprediksi sama sengitnya dengan pertarungan di atas lapangan.