Pencarian

BPBD Sumut Catat 308,87 Hektare Lahan Terbakar Karhutla Januari–Agustus 2026, 52 Kejadian di 14 Kabupaten/Kota

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:02:02 WIB
BPBD Sumut Catat 308,87 Hektare Lahan Terbakar Karhutla Januari–Agustus 2026, 52 Kejadian di 14 Kabupaten/Kota
BPBD Sumut mencatat 308,87 hektare lahan terbakar akibat karhutla sepanjang Januari–Agustus 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat 308,87 hektare lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Akumulasi itu berasal dari 52 kejadian karhutla yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian terbanyak, sementara Kabupaten Labuhanbatu mencatat luas lahan terdampak paling besar.

MEDAN — Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati merinci data tersebut dari laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara. Menurut dia, laporan dikumpulkan dari pemerintah kabupaten dan kota di seluruh provinsi.

"Pusdalops menerima laporan sebanyak 52 kejadian karhutla dengan 308,87 hektare lahan terdampak," ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin.

Humbang Hasundutan Paling Sering, Labuhanbatu Paling Luas

Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat sembilan kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 30 hektare. Frekuensi kejadian itu menjadikannya yang tertinggi di Sumut.

Kabupaten Labuhanbatu menyusul dengan tujuh kejadian, namun luas lahan terbakarnya mencapai 128 hektare. Angka itu menjadi yang terbesar dibandingkan wilayah lain.

Kabupaten Simalungun, Samosir, dan Padang Lawas Utara masing-masing tercatat enam kejadian. Luas lahan terdampak di Simalungun mencapai 39,1 hektare, Samosir 24,15 hektare, dan Padang Lawas Utara 22 hektare.

Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat empat kejadian. Kabupaten Karo menyusul dengan tiga kejadian dan 5,5 hektare lahan terdampak.

Dua Kejadian di Empat Kabupaten, Satu Kejadian di Tiga Wilayah

Empat kabupaten masing-masing mencatat dua kejadian karhutla. Mandailing Natal terdampak 30 hektare, Labuhanbatu Utara delapan hektare, Nias Utara enam hektare, dan Deli Serdang 0,62 hektare.

Sementara Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Padang Lawas masing-masing tercatat satu kejadian. Luas lahan terdampak di ketiga wilayah itu adalah Sibolga dua hektare, Tapanuli Selatan satu hektare, dan Padang Lawas 0,5 hektare.

"Total yang terdampak sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sekitar 308,87 hektare," katanya.

Sosialisasi dan Koordinasi Jadi Andalan Pencegahan

BPBD Sumut menjalankan sejumlah langkah untuk menekan angka karhutla. Sosialisasi dan edukasi kepada elemen masyarakat dilakukan secara gencar di daerah rawan.

"Kami juga meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait," katanya.

Data Pusdalops menempatkan Januari hingga Agustus 2026 sebagai periode pemantauan. Luas 308,87 hektare itu tersebar tidak merata, dengan Labuhanbatu menyumbang porsi terbesar dari total lahan terbakar.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks