SUMATERA UTARA — Kapten Thailand Chanathip Songkrasin mengakui Timnas Indonesia kini jauh berbeda menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Gelandang berjuluk Messi Jay itu menyoroti deretan pemain keturunan Indonesia yang berkarier di liga-liga top Eropa sebagai ancaman baru di partai puncak.
Chanathip sudah dua kali merasakan final Piala AFF melawan Indonesia, yakni edisi 2016 dan 2020. Namun, pertemuan ketiga di partai puncak kali ini memberinya gambaran berbeda soal kekuatan Skuad Garuda.
Perubahan besar terlihat dari komposisi skuad asuhan pelatih Indonesia yang kini banyak diisi pemain keturunan. Sejumlah nama berkompetisi di La Liga, Eredivisie, Bundesliga, Championship Inggris, hingga Ligue 1.
Pengakuan Chanathip soal Perubahan Kekuatan Indonesia
Chanathip menilai perkembangan sepak bola ASEAN secara umum berjalan pesat dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu tim yang paling mencolok perubahannya.
"Mungkin hampir tiga atau empat tahun lalu kami bertemu Indonesia di final (Piala AFF 2020). Tentu saja, jika ditanya apakah banyak perubahan, sekarang semua negara di ASEAN sudah berkembang sangat pesat," kata Chanathip saat memberikan keterangan, Minggu (4/10).
Ia secara khusus menyoroti keberadaan pemain keturunan yang memperkuat Indonesia saat ini. Komposisi tersebut dianggapnya memberi dimensi baru bagi permainan Skuad Garuda.
"Mengenai komposisi itu sendiri, sekarang ada banyak pemain keturunan. Sekarang sepertinya Indonesia memiliki, bagaimana saya mengatakannya, cukup banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga dengan level yang tinggi," ujarnya menambahkan.
Kekuatan Fisik dan Skill Pemain Keturunan Jadi Sorotan
Bagi Chanathip, kualitas individu pemain keturunan Indonesia bukan sekadar soal level liga yang mereka jalani. Ia menyebut aspek fisik dan keterampilan teknis sebagai kombinasi yang membuat Indonesia lebih berbahaya dibanding pertemuan sebelumnya.
"Tentu saja mereka (pemain keturunan Indonesia) memiliki kekuatan fisik dan juga memiliki kemampuan serta keterampilan yang sangat baik," ucap Chanathip.
Pengalaman bertemu Indonesia di dua final sebelumnya membuat Chanathip paham betul atmosfer partai puncak melawan tuan rumah. Duel di SUGBK diprediksi berlangsung ketat dengan tekanan penonton yang besar.
Antusiasme Kapten Thailand Jelang Laga Puncak
Chanathip mengaku senang akhirnya bisa kembali berhadapan dengan Indonesia setelah sekian lama menunggu. Pertemuan terakhir kedua tim di final Piala AFF 2020 masih membekas dalam ingatannya.
"Saya merasa, uh, saya sangat senang bahwa besok akhirnya kami bisa bertemu dengan mereka. Setelah kami mungkin sudah menunggu selama beberapa waktu untuk bisa bertemu dengan mereka lagi," tuturnya.
Thailand datang ke Jakarta dengan misi merebut gelar juara ASEAN Cup 2026. Namun, catatan pertemuan melawan Indonesia di partai final Piala AFF 2016 dan 2020 menjadi modal mental tersendiri bagi Chanathip dan rekan-rekannya.
Bagi Indonesia, final ini menjadi kesempatan membalas dua kekalahan di partai puncak sebelumnya. Dukungan penuh suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi Skuad Garuda.