Pencarian

Riset Nature Energy: Baterai Mobil Listrik Bertahan 10-20 Tahun, Tapi Biaya Ganti Jadi Soal

Minggu, 04 Oktober 2026 • 15:48:30 WIB
Riset Nature Energy: Baterai Mobil Listrik Bertahan 10-20 Tahun, Tapi Biaya Ganti Jadi Soal
Baterai mobil listrik diklaim mampu bertahan 10 hingga 20 tahun berdasarkan studi terhadap 29 juta kendaraan di Inggris.

SUMATERA UTARA — Studi terhadap 29 juta kendaraan di Inggris mengungkap baterai mobil listrik bisa bertahan 10 sampai 20 tahun, sementara mobil bensin rata-rata hanya bertahan sekitar 320.000 km. Garansi baterai delapan tahun atau 160.000 km kini jadi standar, tapi biaya penggantian di luar garansi tetap jadi kekhawatiran utama calon pembeli di Indonesia.

Data itu datang dari analisis Nature Energy yang membandingkan masa pakai baterai kendaraan listrik dengan mesin pembakaran internal pada mobil bensin. Riset ini menyisir lebih dari 29 juta kendaraan di Inggris sepanjang periode 2005 hingga 2022, dan menyimpulkan produsen kendaraan listrik cenderung terlalu optimistis soal klaim masa pakai baterai mereka.

Namun bukan berarti baterai EV rapuh. Temuan lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Klaim Tesla dan Nissan vs Data Lapangan

Tesla menyebut baterainya bisa bertahan 10 sampai 20 tahun. Nissan bahkan mengklaim hampir semua baterai yang sudah diproduksinya masih berfungsi efektif hingga kini. Dua klaim itu sejalan dengan temuan studi Nature Energy yang menempatkan rentang usia baterai EV di angka 10-20 tahun.

Perbandingannya dengan mobil bensin cukup kontras. Mesin pembakaran internal umumnya bertahan sekitar 320.000 km sebelum masuk fase perawatan besar. Angka ini yang sering jadi patokan konsumen Indonesia saat menilai apakah sebuah mobil masih layak pakai atau sudah waktunya ganti.

Degradasi Baterai Justru Melambat

Geotab menganalisis 5.000 kendaraan listrik dan menemukan tren yang menggembirakan. Tingkat degradasi kapasitas baterai turun dari 2,3 persen per tahun pada 2019 menjadi 1,8 persen pada 2024.

Artinya, teknologi baterai makin matang. Kalau sepuluh tahun lalu baterai kehilangan hampir seperempat kapasitasnya dalam satu dekade, sekarang angka itu lebih kecil. Penurunan ini mencerminkan perbaikan berkelanjutan dalam material sel, sistem manajemen termal, dan algoritma pengisian daya.

Garansi Delapan Tahun Jadi Standar Industri

Hampir semua produsen kendaraan listrik kini memberikan garansi baterai minimal delapan tahun atau 160.000 km. Kebijakan ini jadi jaring pengaman bagi konsumen yang khawatir soal daya tahan komponen termahal di mobil listrik.

Bagi pembeli di Indonesia, garansi ini penting karena harga baterai pengganti bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tanpa garansi, penggantian baterai di luar masa garansi berpotensi menggerus penghematan biaya bahan bakar yang jadi daya tarik utama EV.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli EV

  • Biaya penggantian baterai di luar garansi masih jadi tantangan terbesar. Studi Nature Energy menyebut isu ini belum terselesaikan sepenuhnya.
  • Kinerja jangka panjang pada iklim tropis Indonesia belum banyak diteliti — sebagian besar data berasal dari Inggris dengan suhu jauh lebih rendah.
  • Ketersediaan stasiun pengisian daya memengaruhi pola charging yang pada akhirnya berdampak ke umur baterai. Pengisian cepat terus-menerus bisa mempercepat degradasi.
  • Riwayat perawatan dan cara pakai pemilik sebelumnya sangat menentukan kondisi baterai bekas. Beli EV second-hand tanpa cek kesehatan baterai berisiko.

Kesimpulan: Bukan Soal Umur, Tapi Biaya

Baterai mobil listrik modern terbukti bisa bertahan 10-20 tahun, setara atau bahkan melampaui usia pakai mobil bensin pada umumnya. Tren degradasi yang melambat dari 2,3 persen ke 1,8 persen per tahun memperkuat argumen bahwa teknologi ini sudah cukup dewasa.

Masalahnya bukan di daya tahan, melainkan di biaya penggantian ketika garansi habis. Selama produsen belum menurunkan harga baterai pengganti secara signifikan, kekhawatiran konsumen soal total biaya kepemilikan EV dalam jangka panjang masih wajar.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks