Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara mendorong Desa Bahal menjadi Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026 dengan mengembangkan warisan sejarah dan budaya sebagai penggerak pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM. Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara melakukan verifikasi dan validasi lapangan di Desa Bahal, Kamis (1/10), untuk menilai kelayakan usulan Bahal Heritage Creative Village. Dukungan anggaran program berada di kisaran Rp5 miliar hingga Rp50 miliar sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
PADANG LAWAS UTARA — Upaya menjadikan Desa Bahal sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026 dipaparkan dalam forum yang melibatkan Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara. Verifikasi dan validasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian proposal dan masterplan dengan kondisi serta potensi desa setempat. Hasil penilaian itu akan menjadi bahan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menentukan kelayakan usulan Bahal Heritage Creative Village.
Warisan Sejarah Desa Bahal Jadi Modal Utama
Bupati Paluta H. Reski Basyah Harahap menilai Desa Bahal memiliki warisan sejarah, potensi budaya, dan sumber daya masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi lokal.
"Kita ingin warisan ini juga menjadi penggerak kreativitas, pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat," katanya.
Bupati meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan mendukung pengembangan konsep tersebut. Kesiapan data dan dokumen juga harus dipastikan sejak awal.
Partisipasi Warga Jadi Kunci Keberlanjutan Program
Pemerintah desa, BPD, TP PKK, Karang Taruna, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan warga diminta terlibat aktif. Menurut Bupati, konsep Kampung Kreatif harus tumbuh dari potensi dan partisipasi masyarakat, bukan sekadar usulan dari atas.
Apa Itu Program Kampung Kreatif Sumut Berkah?
Ketua Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara Ahmad Rasyid Ritonga menjelaskan program ini merupakan gagasan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tujuannya mendorong pembangunan yang sinergis dan berkelanjutan dengan mengembangkan potensi unggulan masing-masing daerah.
Besaran anggaran bukan ukuran utama penilaian. Usulan harus logis, sesuai kebutuhan, dapat dianggarkan, memberikan manfaat, dan memiliki keberlanjutan.
"Harapan kami, ini betul-betul dilihat dari situasi di lapangan, apakah sesuai dengan kondisi riil. Itu yang paling utama," ujarnya.
Dukungan Anggaran Rp5 Miliar hingga Rp50 Miliar
Dukungan anggaran Program Kampung Kreatif Sumut Berkah berada pada kisaran Rp5 miliar hingga Rp50 miliar. Besaran itu disesuaikan dengan kebutuhan program yang diusulkan setiap daerah.
Tim Penjaringan kemudian menelusuri langsung kondisi Desa Bahal untuk mencocokkan proposal dan masterplan dengan potensi riil di lapangan. Proses ini menentukan apakah usulan Bahal Heritage Creative Village layak memperoleh dukungan pada 2026.