SUMATERA UTARA — BYD Seagull generasi kedua beralih dari penggerak roda depan ke roda belakang, dengan tenaga motor melonjak dari 55 kW menjadi 95 kW atau sekitar 127 dk. Perubahan ini terungkap lewat dokumen pengajuan ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Di pasar global, model ini dikenal sebagai BYD Atto 1.
Dokumen pengajuan ke MIIT China mengungkap sejumlah ubahan besar pada Seagull generasi kedua, nama asli Atto 1 di pasar ekspor. Motor listrik berkode TZ164XYB kini dipasang di as roda belakang, bukan lagi di depan. Konsekuensinya, ruang mesin yang kosong bisa dimanfaatkan sebagai bagasi depan atau frunk, meski kapasitasnya belum diumumkan.
Tenaga Naik Hampir Dua Kali Lipat
Motor baru ini menghasilkan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 dk, naik signifikan dari 55 kW pada model sebelumnya. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km/jam. Angka-angka ini tercantum dalam dokumen resmi yang dilaporkan CarNewsChina.
Suspensi Multi-Link dan Ban Lebih Besar
Kaki-kaki mengalami perombakan. Suspensi belakang yang sebelumnya memakai torsion beam diganti dengan model independen multi-link. Ukuran ban juga naik menjadi 205/60 R16. Kombinasi ini biasanya berdampak pada kenyamanan dan stabilitas berkendara yang lebih baik dibanding model sebelumnya.
Dimensi Membesar, Kapasitas Jadi Lima Penumpang
Ukuran bodi Seagull generasi kedua bertambah di semua sisi. Panjangnya 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dengan jarak sumbu roda 2.650 mm. Kapasitas penumpang berubah dari empat menjadi lima orang, membuat konfigurasi kabin berbeda dari model lama.
Dua Pilihan Baterai, Jarak Tempuh hingga 420 Km
Ada dua opsi kapasitas baterai yang dilaporkan: 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuh masing-masing mencapai 320 km dan 420 km berdasarkan metode pengujian CLTC. Angka CLTC umumnya lebih optimistis dibanding standar WLTP atau EPA, jadi jarak tempuh riil di jalan bisa lebih rendah.
Layar Floating dan Setir Dua Palang
Kabin mendapat sejumlah pembaruan. Layar sentuh tengah kini model floating, setir bergaya dua palang, tombol fisik model toggle di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, dan dua tempat minum. Perubahan ini menyegarkan tampilan interior yang sebelumnya terkesan sederhana.
Opsi LiDAR untuk Sistem Bantuan Berkendara
Di bagian atas kendaraan tersedia opsi sensor LiDAR yang dikaitkan dengan sistem bantuan berkendara DiPilot 300 atau God's Eye B. Ketersediaan fitur ini bergantung pada konfigurasi kendaraan yang dipilih. Belum ada informasi resmi soal harga dan waktu peluncuran untuk pasar Indonesia.