Pencarian

Pemprov Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, 15.000 Dosis Vaksin Raih Rekor MURI

Senin, 28 September 2026 • 08:17:01 WIB
Pemprov Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, 15.000 Dosis Vaksin Raih Rekor MURI
Wakil Gubernur Sumut menerima sertifikat MURI atas capaian vaksinasi rabies 15.000 dosis di Deli Serdang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut mendeklarasikan target Sumut bebas rabies pada 2030. Deklarasi digelar di Lapangan Astaka Pancing, Kabupaten Deli Serdang, dan ditandai penerimaan sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) atas capaian vaksinasi rabies 15.000 dosis. Komitmen itu diperkuat lewat penyediaan vaksin di seluruh kabupaten/kota, surveilans, deteksi dini, serta edukasi masyarakat.

DELI SERDANG — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyatakan deklarasi bersama tersebut menjadi penguat upaya pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu. Menurutnya, langkah itu menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat, bukan sekadar penanganan penyakit hewan.

Sumatera Utara mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025. Angka itu disebut Surya sebagai pengingat bahwa penularan rabies bisa berujung pada keselamatan jiwa warga.

15.000 Dosis Vaksin dan Sertifikat MURI

Dalam kegiatan yang sama, Surya menerima sertifikat MURI atas capaian vaksinasi rabies sebanyak 15.000 dosis. Capaian itu menjadi penanda keseriusan daerah mendorong cakupan vaksinasi di tingkat kabupaten/kota.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara," kata Surya.

Empat Pilar Pengendalian Rabies

Pemprov Sumut menempuh empat langkah utama untuk mengejar target bebas rabies 2030. Pertama, penyediaan vaksin di seluruh kabupaten/kota. Kedua, pelaksanaan surveilans dan deteksi dini terhadap kasus hewan penular rabies.

Ketiga, edukasi masyarakat soal bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Keempat, penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lain.

"Deklarasi komitmen bersama ini memperkuat pencegahan, dan pengendalian rabies secara terpadu guna melindungi kesehatan masyarakat," ujar Surya.

Rabies Bukan Cuma Soal Jumlah Kasus

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin menilai persoalan rabies tidak hanya berkaitan dengan jumlah kasus atau vaksinasi. Menurutnya, rabies menyangkut kesehatan dan keselamatan manusia karena setiap kasus menimbulkan kecemasan bagi keluarga yang terdampak.

"Ada orang tua berharap anaknya diselamatkan, dan ada kehidupan yang dapat berakhir karena penyakit rabies ini sebenarnya dapat kita cegah," kata Nuryani.

Kesadaran Warga Jadi Kunci

Surya menegaskan target bebas rabies 2030 tidak akan tercapai bila hanya dibebankan pada satu pihak. Pemprov Sumut mengajak pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat ikut melakukan pencegahan.

"Saya juga mengajak seluruh masyarakat rutin memvaksinasi hewan peliharaannya. Kesadaran masyarakat merupakan kunci untuk memutus rantai penularan rabies," ujarnya.

Dengan 280 kasus tercatat sepanjang 2025, pengendalian rabies di Sumut bergantung pada percepatan vaksinasi hewan dan deteksi dini di lapangan. Kolaborasi lintas sektor yang dideklarasikan di Deli Serdang menjadi pijakan menuju target 2030.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks