JAKARTA — Emisi radio dari Beta Pictoris b terdeteksi pada rentang frekuensi sekitar 0,85 hingga 3,5 gigahertz. Semburan sinyal berulang dan sangat terpolarisasi secara melingkar, ciri yang membedakannya dari aktivitas radio bintang.
Selama ini tantangan terbesar dalam pengamatan eksoplanet adalah memisahkan sinyal yang berasal dari planet dengan gangguan dari bintang induk. Tim peneliti membandingkan posisi sumber radio dengan posisi sistem Beta Pictoris memakai objek latar belakang sangat jauh sebagai acuan astrometri.
Hasil pemetaan menunjukkan posisi sumber radio cocok dengan Beta Pictoris b, tidak dengan posisi bintang induknya.
Mengapa Sinyal Ini Bukan Tanda Kehidupan Alien
Emisi radio tersebut bukan bukti adanya kehidupan atau pesan dari peradaban asing. Peneliti menduga sinyal dihasilkan melalui mekanisme yang disebut electron cyclotron maser instability.
Proses itu terjadi ketika partikel bermuatan berinteraksi dengan medan magnet planet dan memancarkan gelombang radio. Fenomena aurora dengan mekanisme serupa sudah dikenal di sejumlah planet Tata Surya, termasuk Jupiter dan Saturnus.
Keberadaan sinyal radio dari Beta Pictoris b lebih berkaitan dengan aktivitas magnetiknya daripada indikasi kehidupan.
Medan Magnet Beta Pictoris b Diperkirakan 1.250 Gauss
Pengamatan radio itu juga memberi gambaran soal medan magnet Beta Pictoris b. Berdasarkan frekuensi tertinggi emisi yang terdeteksi, peneliti memperkirakan kekuatan medan magnet di lokasi pembentukan gelombang radio sedikitnya mencapai sekitar 1.250 gauss atau 1,25 kilogauss.
Angka itu jauh melampaui medan magnet Bumi yang berkisar 0,25 hingga 0,65 gauss di permukaan. Perbandingan ini yang membuat Beta Pictoris b menarik bagi studi atmosfer dan magnetosfer eksoplanet.
Status Penelitian Masih Menunggu Penelaahan Sejawat
Hasil penelitian dipublikasikan sebagai preprint di arXiv pada September 2026 dan belum melalui proses peer review. Artinya temuan ini masih terbuka untuk verifikasi peneliti lain sebelum dianggap baku.
Metode yang dipakai tim Ortiz Ceballos menambah cara baru membaca eksoplanet. Alih-alih hanya mengandalkan transit dan pencitraan langsung, astronom kini bisa memakai emisi radio untuk melacak medan magnet planet di luar Tata Surya.
Beta Pictoris b sendiri merupakan planet gas raksasa yang sudah lama menjadi target pengamatan karena posisinya relatif dekat dan masih muda secara astronomis.