SUMATERA UTARA — Tom Cruise menegaskan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan tidak akan pernah menggantikan keaslian emosi dan dedikasi pekerja kreatif di industri film. Pernyataan itu disampaikan bintang Mission: Impossible tersebut saat menghadiri acara BAFTA: Life in Pictures di London, Senin (21/9), di hadapan pemandu acara Edith Bowman dan para anggota BAFTA. Cruise juga memakai momen itu untuk membahas film terbarunya, Digger, yang digarap Alejandro González Iñárritu.
Aktor berusia 64 tahun itu membeberkan pandangannya soal kekuatan pengalaman menonton di bioskop dan pentingnya menjaga seni pembuatan film yang ditangani langsung oleh manusia. Ia menilai maraknya penonton, terutama generasi muda, yang memadati bioskop saat musim film blockbuster menjadi bukti bahwa publik masih merindukan sentuhan manusia yang autentik di layar lebar.
Pandangan Tom Cruise soal AI di Industri Film
Cruise tidak menampik bahwa teknologi kecerdasan buatan akan terus masuk ke industri film. Namun ia menegaskan dirinya tak ingin sinema kehilangan para pekerja terampil yang telah mendedikasikan seluruh karier mereka di balik layar.
"Tidak ada yang bisa menandingi manusia. Orang-orang ingin melihat hal-hal yang nyata," ujar Cruise mengawali monolognya, seperti diberitakan Deadline, Senin (21/9).
"Kalian tahu, hal itu (AI) memang akan datang dan pasti terjadi. Namun, orang-orang ingin melihat sesuatu yang nyata," tuturnya. "Saya selalu percaya kepada humanity," lanjut Cruise sambil menekankan para insan kreatif harus tetap berkarya.
Sikap Vokal Sejak Mogok Kerja SAG-AFTRA 2023
Posisi Cruise terhadap ancaman AI di Hollywood bukan hal baru. Saat aksi mogok kerja serikat aktor SAG-AFTRA bergejolak pada 2023, ia menjadi salah satu aktor papan atas yang paling gencar mendorong regulasi ketat demi melindungi pekerja film dari dampak penggunaan AI.
Sikap itu konsisten dengan pesannya di panggung BAFTA: teknologi boleh berkembang, tapi perlindungan bagi kru dan aktor harus tetap jadi prioritas.
Antusiasme Cruise untuk Film Digger
Dalam kesempatan yang sama, Cruise membagikan antusiasmenya menyambut film terbarunya, Digger, yang digarap sutradara Alejandro González Iñárritu. Ia mengaku sempat meminta Iñárritu membacakan langsung seluruh naskah film tersebut kepadanya dua malam berturut-turut sebelum mantap bergabung.
Baginya, proyek itu termasuk salah satu karya paling orisinal serta emosional sepanjang kariernya. Digger akan menampilkan Cruise sebagai Digger Rockwell, seorang taipan minyak yang harus berjuang keras mencegah potensi bencana lingkungan dahsyat yang justru dipicu oleh perbuatannya sendiri.
Digger dijadwalkan tayang 2 Oktober.
Pernyataan Cruise menambah daftar panjang suara dari kalangan atas Hollywood yang mendesak batasan jelas soal penggunaan AI, di tengah makin masifnya teknologi tersebut dipakai di berbagai tahap produksi film.