SUMATERA UTARA — Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Yordania pada agenda FIFA Matchday November 2026, dengan laga melawan Australia juga menanti Yordania pada 17 November 2026. Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) telah mengumumkan pertandingan ini melalui kanal resminya, menjadikan Al-Nashama lawan terberat bagi John Herdman sejak menangani skuad Merah Putih.
Pertemuan dengan Yordania menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia sebelum Piala Asia 2027 bergulir. Pelatih John Herdman harus menyiapkan Kevin Diks dan kawan-kawan menghadapi tim yang punya rekam jejak kuat di level Asia.
Yordania berstatus sebagai wakil Asia pada Piala Dunia 2026. Al-Nashama akhirnya mengukir debut di turnamen paling bergengsi tersebut setelah bertahun-tahun berjuang.
Di Grup J, Yordania menelan tiga kekalahan: 1-3 dari Austria, 1-2 dari Aljazair, dan 1-3 dari Argentina. Meski tanpa kemenangan, pengalaman bertanding melawan tim-tim elite dunia memberi nilai tambah bagi skuad asuhan pelatih mereka.
Status peserta Piala Dunia 2026 menegaskan posisi Yordania sebagai salah satu negara elite di Asia. Bagi Indonesia, menghadapi tim dengan pengalaman seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan di level tertinggi.
Yordania menempati peringkat ke-72 ranking FIFA dengan total 1350.88 poin. Posisi ini menempatkan mereka dalam jajaran 10 besar Asia.
Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-116. Jarak peringkat yang signifikan ini berarti kemenangan atas Yordania akan menghasilkan poin tinggi untuk mengatrol posisi skuad Merah Putih di rank FIFA.
Selisih 44 peringkat menjadi gambaran jelas tentang kualitas lawan yang akan dihadapi. Herdman perlu merancang strategi tepat untuk memaksimalkan peluang meraih poin.
Kekuatan Yordania dalam beberapa tahun terakhir ditopang banyaknya pemain yang berkarier di luar negeri. Mereka tersebar di berbagai negara, dari Asia, Afrika, hingga Eropa.
Dari pemanggilan terakhir, setidaknya ada 16 pemain abroad yang memperkuat Yordania. Yang paling menonjol adalah Mousa Al-Tamari, winger berusia 29 tahun yang tengah berkarier di klub kasta tertinggi Liga Prancis, Rennes, sejak awal 2025.
Selain Al-Tamari, Yordania juga punya Tammer Bany. Penyerang berusia 22 tahun itu bermain untuk West Bromwich Albion di kasta kedua Liga Inggris.
Mousa Al-Tamari menjadi salah satu pemain paling penting di Timnas Yordania. Winger berusia 29 tahun ini berstatus sebagai pemain dengan caps tertinggi, karena sudah mengukir 82 laga sejak debut pada Agustus 2016.
Jumlah gol yang disumbangkan Al-Tamari termasuk tinggi. Sejauh ini dia sudah menjaringkan 24 gol di laga internasional.
Namun, jumlah itu masih kalah dibandingkan penyerang Timnas Yordania, Ali Olwan. Pemain yang saat ini merumput di Liga Qatar bersama Al-Sailiya SC telah mengepak 29 gol dari 64 pertandingan internasional.
Dua nama ini menjadi ancaman utama bagi lini belakang Indonesia. Kevin Diks dan rekan-rekan harus ekstra waspada menjaga pergerakan Al-Tamari di sayap serta ketajaman Olwan di depan gawang.
Yordania bakal menjadi negara Asia terberat yang dihadapi John Herdman sejak menjadi nakhoda skuad Merah Putih. Baik dari segi rekam jejak maupun kualitas pemain, Al-Nashama berada di level yang berbeda.
Laga ini juga menjadi persiapan penting menuju Piala Asia 2027. Hasil melawan Yordania akan memberi gambaran seberapa jauh kesiapan Timnas Indonesia bersaing di level Asia.