MEDAN — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, T. Chairuniza, membacakan sambutan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas pada pembukaan kejuaraan di Taman Cadika Medan. Pemko Medan menilai kompetisi ini bukan sekadar perebutan piala, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga berkuda yang lebih berkembang dan berkelanjutan.
Pordasi Medan menyelenggarakan kejuaraan dua hari itu dengan format pertandingan yang dibagi ke dalam tujuh kelas. Laporan panitia mencatat 18 atlet turun berlaga bersama 14 ekor kuda dari sejumlah stable, dengan total 39 entri yang dipertandingkan.
Tiga kategori utama yang dipertandingkan adalah Dressage, Preliminary, dan Show Jumping. Setiap nomor menguji ketangkasan atlet sekaligus teknik mengendalikan kuda di arena.
Warga Medan hadir langsung menyaksikan aksi para rider bersama kuda andalan mereka. Kehadiran penonton memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal olahraga equestrian, mulai dari ketangkasan atlet hingga cara mengendalikan kuda dalam setiap nomor.
Dalam sambutan yang dibacakan Chairuniza, Wali Kota berpesan agar peserta menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menghormati sesama atlet dan keputusan pertandingan.
"Jadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun mental juara," demikian pesan Wali Kota Medan dalam sambutan yang dibacakan Kadispora.
Panitia juga diminta memperhatikan ketertiban dan keselamatan selama kompetisi, termasuk kesejahteraan serta penanganan kuda yang mengikuti pertandingan. Pemko Medan berharap kejuaraan ini melahirkan atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Pordasi Medan, M. Amsar Ramzie, menegaskan kejuaraan ini berperan penting meningkatkan kualitas pembinaan atlet berkuda sekaligus memperluas kesempatan rider untuk berkompetisi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemko Medan, jajaran Pordasi, atlet, ofisial, sponsor, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara.
Menurut Amsar, kompetisi ini bukan hanya soal memperebutkan piala dan meraih kemenangan. Kejuaraan menjadi wadah pembinaan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas, patuhi peraturan pertandingan, serta utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaik," pesan Amsar di hadapan yang hadir, Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua PORDASI Sumut Yuriandi Siregar dan Sekretaris Pordasi Sumut, Asad Shiddieqly serta Ketua Pordasi Kabupaten/Kota di Sumut.
Selain menjadi arena adu kemampuan dan ketangkasan, kejuaraan ini diharapkan mempererat silaturahmi antar-stable, rider, serta komunitas equestrian. Pordasi Medan berharap pembinaan olahraga berkuda semakin berkembang dan menciptakan jalur kompetisi yang mendorong peningkatan prestasi atlet secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan, olahraga berkuda di Kota Medan diharapkan semakin diminati generasi muda serta mampu melahirkan atlet berprestasi yang membanggakan daerah dan Indonesia.