MEDAN — Ameriza Ma'ruf Moesa resmi menggantikan Rudy Brando Hutabarat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Pengukuhan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, dan dihadiri sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota se-Sumut.
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Muhammad Fadly Abdina termasuk di antara kepala daerah yang hadir. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Ameriza dan menyatakan Pemko Tanjung Balai menyambut baik pengukuhan tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. Ia mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara melalui semangat Kolaborasi Sumut Berkah.
Bobby juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia untuk mengatasi ketimpangan ekonomi. Pemulihan daerah terdampak bencana dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten/kota menjadi perhatian utama.
Penguatan kerja sama ekonomi lintas provinsi di Pulau Sumatera turut dibahas. Menurut Bobby, langkah itu diperlukan untuk mengoptimalkan potensi perdagangan dan investasi di kawasan tersebut.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang besar, didukung sumber daya dan jumlah penduduk yang signifikan. Karena itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Tujuannya agar kebijakan pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi memberikan dampak nyata serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Destry menekankan pentingnya koordinasi lintas institusi untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif di daerah.
Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara yang baru dikukuhkan, Ameriza Ma'ruf Moesa, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas harga, dan memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah.
Ia berharap dukungan seluruh kepala daerah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat program yang telah berjalan. Pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan penyerapan tenaga kerja disebut sebagai bagian dari program tersebut.
Pemko Tanjung Balai memandang Bank Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong pengembangan potensi unggulan daerah.
Sinergi antara BI dan pemerintah daerah diharapkan mendukung pengembangan pariwisata, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan daya saing produk lokal, serta kelancaran distribusi barang dan pengendalian harga.
Bagi Kota Tanjung Balai, kolaborasi ini dinilai penting agar potensi ekonomi daerah semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kota Tanjung Balai berharap koordinasi antara BI dan pemerintah kabupaten/kota semakin kuat, sehingga pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dapat berlangsung lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.