Kekayaan Elon Musk Melonjak Rp 1.163 Triliun dalam Sehari, Tembus US$ 1,04 Triliun

Penulis: Yasir  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:47:31 WIB
Kekayaan Elon Musk dilaporkan melonjak US$ 65 miliar dalam sehari.

SUMATERA UTARA — Kekayaan Elon Musk melonjak US$ 65 miliar atau sekitar Rp 1.163 triliun hanya dalam sehari, membawa total kekayaannya kembali menembus US$ 1,04 triliun. Lonjakan itu didorong penguatan saham SpaceX dan Tesla yang kembali bergairah setelah tertekan berbulan-bulan.

Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Musk kini setara Rp 18.616 triliun dengan kurs Rp 17.900. Ini menjadi kali pertama dalam tiga bulan terakhir taipan teknologi berusia 55 tahun itu kembali menyentuh angka 13 digit.

SpaceX dan Tesla Jadi Motor Utama

Saham SpaceX naik 13% sejak awal Oktober, sementara Tesla menguat 6,7%. Kepemilikan Musk di kedua perusahaan itu menyumbang lebih dari 98% dari total kekayaannya.

Rebound SpaceX terbilang tajam. Saham perusahaan antariksa itu telah pulih 58% dari level terendah pada Agustus. Tesla turut memberi tenaga setelah melaporkan penjualan kuartal III yang melampaui perkiraan pasar.

Dari Puncak Juni ke Koreksi Tajam

Musk sebelumnya menjadi triliuner pertama di dunia pada Juni, ketika saham SpaceX melonjak pasca-IPO yang memecahkan rekor. Status itu tak bertahan lama.

Kekhawatiran atas valuasi SpaceX yang dinilai terlalu tinggi membuat sahamnya merosot. Pada akhir Juli, kekayaan Musk turun lebih dari US$ 600 miliar dari puncaknya, penurunan terdalam yang pernah dialami siapa pun dalam daftar 500 orang terkaya versi Bloomberg selain Musk sendiri.

Morgan Stanley Sebut SpaceX Masih Murah

Analis Morgan Stanley menyebut SpaceX sebagai salah satu cara termurah untuk mendapatkan eksposur terhadap "strong optionality" di sektor antariksa dan kecerdasan artifisial. Pernyataan itu menambah dorongan bagi reli saham perusahaan yang bergerak di bidang antariksa, AI, dan media sosial tersebut.

Bagi investor, volatilitas kekayaan Musk mencerminkan betapa besar konsentrasi portofolionya pada dua saham yang pergerakannya sangat sensitif terhadap sentimen pasar. Posisi Musk di SpaceX dan Tesla nyaris menjadi seluruh nilai kekayaannya, tanpa diversifikasi berarti.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Reli saham SpaceX dan Tesla masih bergantung pada ekspektasi pertumbuhan di sektor antariksa dan AI. Jika valuasi kembali dinilai terlalu tinggi, koreksi serupa seperti yang terjadi pada Juli bisa terulang.

Tesla sendiri menghadapi tantangan tersendiri di pasar global, termasuk persaingan yang semakin ketat di segmen kendaraan listrik. Sementara SpaceX masih menjadi pemain dominan dalam peluncuran satelit komersial, meski kompetitor mulai bermunculan.

Reporter: Yasir
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top