Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi kembali menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleran, kali ini dari Majelis Taklim Silaturahmi. Penghargaan diserahkan dalam rapat kerja Majelis Taklim Kota Pematangsiantar periode 2026-2031 di Convention Hall Balai Harungguan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun, Minggu (4/10). Ini menjadi penghargaan serupa kedua bagi Wesly setelah sebelumnya menerima gelar yang sama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar.
PEMATANGSIANTAR — Penghargaan Tokoh Toleran diterima Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dari Majelis Taklim Silaturahmi dalam rapat kerja organisasi tersebut di Convention Hall Balai Harungguan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun. Gelar itu diberikan atas upaya Wesly meningkatkan kerukunan dan menjaga toleransi di tengah masyarakat Pematangsiantar yang majemuk dari sisi suku dan agama.
Ini bukan penghargaan pertama bagi Wesly. Sebelumnya, orang nomor satu di Pemkot Pematangsiantar itu juga menerima gelar Tokoh Toleran dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar.
Selama satu tahun lebih masa pemerintahan Wesly Silalahi sebagai wali kota, indeks kota toleransi Pematangsiantar tercatat terus meningkat. Pada 2026, kota itu berada di posisi ke-4 seluruh Indonesia.
Posisi tersebut menempatkan Pematangsiantar di jajaran kota dengan skor toleransi tertinggi secara nasional. Kenaikan indeks ini menjadi indikator konkret dari kebijakan kerukunan yang dijalankan pemerintah kota.
Wesly menegaskan Pemerintah Kota Pematangsiantar terbuka membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Menurutnya, kerja sama itu dibutuhkan untuk merawat kerukunan di kota yang dihuni warga dari beragam latar suku dan agama.
Harapan dan tujuannya, membangun Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Penghargaan dari Majelis Taklim Silaturahmi menambah daftar pengakuan atas kerja kerukunan yang dijalankan Pemkot Pematangsiantar. Bagi warga, indikator yang paling terasa adalah suasana kota yang tetap kondusif di tengah keberagaman.