Grand Mercure Medan Angkasa Gelar Jejak Warisan Hari Batik Nasional, Gandeng UMKM Batik Etnik Sumut

Penulis: Ragil  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:28:31 WIB
Grand Mercure Medan Angkasa menggelar perayaan Hari Batik Nasional bertema Jejak Warisan di lobi hotel, Jumat (2/10).

Grand Mercure Medan Angkasa menggelar perayaan Hari Batik Nasional bertema Jejak Warisan di lobi hotel, Jumat (2/10) pukul 16.00 WIB, dengan menggandeng Langgam Batik & Souvenir sebagai mitra UMKM batik etnik khas Sumatera Utara. Acara ini juga menghadirkan Teh Butong produksi PTPN IV yang disajikan bagi tamu undangan selama kegiatan berlangsung. Rangkaian acara mencakup peragaan busana batik, talk show, live painting, hingga pengalaman membatik yang terbuka bagi tamu hotel pada 2 hingga 4 Oktober 2026.

MEDAN — Grand Mercure Medan Angkasa, hotel yang berada di bawah grup perhotelan Accor, menyelenggarakan perayaan Hari Batik Nasional bertema Jejak Warisan di lobi hotel, Jumat (2/10) pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan ruang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang wastra.

Langgam Batik & Souvenir dipercaya sebagai mitra utama. Perajin batik etnik khas Sumatera Utara itu tergolong pelopor di segmennya. Kehadiran Teh Butong produksi PTPN IV melengkapi sajian lokal yang bisa dinikmati tamu undangan sepanjang acara.

Peragaan Busana hingga Pengalaman Membatik untuk Tamu Hotel

Rangkaian kegiatan mencakup peragaan busana batik, talk show inspiratif, dan live painting oleh Ricky Audi. Hotel juga menyiapkan hidangan serta minuman yang diangkat dari kuliner khas Nusantara.

Pameran produk batik Langgam Batik menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Tamu hotel bisa mengikuti pengalaman membatik langsung, tersedia mulai 2 hingga 4 Oktober 2026.

Alasan Hotel Angkat Batik sebagai Identitas Budaya

General Manager Grand Mercure Medan Angkasa Rachmad Suwardi mengatakan batik merupakan identitas budaya yang merepresentasikan kekayaan warisan Indonesia. Menurut dia, karya batik lahir dari dedikasi para perajin lokal.

"Kami bangga berkolaborasi dengan Langgam Batik sebagai bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pelestarian budaya," katanya.

Rachmad menambahkan bahwa inisiatif itu sejalan dengan prinsip sustainability yang diterapkan hotel. Keberlanjutan, menurut dia, tidak hanya diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga melalui pemberdayaan komunitas lokal dan penciptaan nilai bersama yang berkelanjutan.

Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif Daerah

Kolaborasi dengan UMKM dan pelaku kreatif lokal diharapkan menjadi langkah nyata mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Hotel menargetkan apresiasi terhadap karya anak bangsa semakin luas, sekaligus menginspirasi generasi mendatang untuk melestarikan kekayaan budaya Nusantara.

Melalui penyelenggaraan Jejak Warisan, Grand Mercure Medan Angkasa berharap kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia yang mendunia terus meningkat.

Reporter: Ragil
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top