Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman resmi menutup Karya Hita Festival 2026 di Parapat, Ahad (4/10). Festival yang berlangsung sejak 2 Oktober itu menjadi ajang memperluas pasar bagi pelaku UMKM, seniman, dan pengelola desa wisata di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja BI Pematangsiantar. Pada penutupan tersebut juga diluncurkan Sinergi Program Tahun 2026 dengan empat fokus utama, termasuk penyelarasan usaha untuk ekspor Kopi Simalungun.
SIMALUNGUN — Karya Hita Festival 2026 ditutup setelah tiga hari berlangsung di kawasan wisata Parapat. Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih bersama Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman.
Festival yang diinisiasi Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar ini menampilkan budaya, wastra, kuliner, dan hiburan lokal. Meski berskala daerah, ajang tersebut menghadirkan pendamping tingkat nasional bagi para pelaku usaha yang terlibat.
Pada penutupan festival, BI Pematangsiantar bersama Pemkab Simalungun meluncurkan Sinergi Program Tahun 2026. Program tersebut menetapkan empat fokus utama yang menjadi arah kerja sama kedua pihak.
Penyelarasan usaha untuk ekspor Kopi Simalungun menjadi salah satu poin yang menonjol. Komoditas kopi dari Simalungun dinilai punya potensi menembus pasar yang lebih luas jika kualitas dan kesiapan pelaku usahanya terus diperbaiki.
Bupati Anton Achmad Saragih menilai Karya Hita Festival 2026 sebagai ruang nyata untuk mempromosikan potensi daerah. Ajang itu sekaligus membuka peluang bagi seniman, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pelaku pariwisata.
Anton berharap festival ini menjadi awal untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat UMKM, mengembangkan desa wisata, serta membawa produk unggulan Simalungun menuju pasar yang lebih luas.
Peserta festival mencakup pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, petani, pengelola desa wisata, dan pelaku industri pariwisata. Kegiatan bertujuan menumbuhkembangkan UMKM di kabupaten/kota wilayah kerja BI Pematangsiantar dan dilaksanakan setiap tahun.
Karya Hita Festival 2026 merupakan bagian dari harmoni Sisi Batas Labuhan, sebutan untuk tujuh kabupaten/kota yang masuk wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar. Ketujuhnya adalah Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Labuhan Baru, Labuhan Batu Utara, dan Labuhan Batu Selatan.
Ahmadi Rahman menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Simalungun dan pemangku kepentingan dalam menyukseskan festival tersebut.
"BI mendorong UMKM agar tumbuh, kembang dan naik kelas," ujar Ahmadi Rahman.
Kolaborasi antara bank sentral dan pemerintah daerah lewat festival ini menyasar sektor riil yang paling dekat dengan warga. Pelaku UMKM dan pengelola desa wisata menjadi kelompok yang paling langsung merasakan manfaatnya.
Setelah festival ditutup, tahap berikutnya adalah menjalankan empat fokus Sinergi Program Tahun 2026. Hasilnya akan terlihat dari seberapa jauh produk unggulan Simalungun, terutama kopi, mampu menembus pasar yang lebih luas.