MEDAN — Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengungkapkan gangguan perekaman CCTV di rumah Brigadir I sudah terjadi beberapa kali dengan pola dan titik masalah yang sama. Temuan itu diperoleh setelah Kompolnas menelusuri riwayat kerusakan sistem kamera pengawas dalam empat bulan terakhir.
Pemeriksaan awal diarahkan pada hasil kerja tim Laboratorium Forensik Polda Sumatra Utara yang menggunakan metode digital forensik. Kompolnas mengecek alur kerja, mekanisme, hingga standar pemeriksaan tim forensik tersebut.
Dari penelusuran tersebut, Kompolnas belum menemukan pelanggaran dalam proses pemeriksaan rekaman CCTV. Anam menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Polrestabes Medan pada Rabu (23/9/2026).
"Kami cek alur kerjanya, kami cek mekanismenya, dan kami cek standar bagaimana mereka bekerjanya. Sampai detik ini belum ada satu titik pelanggaran," kata Anam.
Pemeriksaan kemudian diarahkan pada kondisi CCTV dan riwayat sistem perekamannya. Hasilnya menunjukkan gangguan bukan berasal dari kerusakan fisik kamera maupun DVR.
Menurut Anam, gangguan perekaman itu memiliki pola dan titik masalah yang sama dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut disebut semakin parah menjelang kejadian.
"Bukan mati, tapi