Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik, Pertamax Turbo Kini Rp19.600 per Liter

Penulis: Yasir  •  Rabu, 23 September 2026 | 08:19:31 WIB
Petugas melayani pembelian BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina.

SUMATERA UTARA — PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak nonsubsidi di SPBU seluruh Indonesia, berlaku sejak Rabu (2/9/2026). Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Kenaikan ini menyasar empat produk nonsubsidi, sementara harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar tidak berubah.

Harga Pertamax Green 95 melonjak paling tajam secara persentase, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Adapun Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 ke Rp19.600 per liter.

Di segmen diesel, Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Pertamina Dex melesat dari Rp21.150 ke Rp25.200 per liter.

Rincian Harga BBM Nonsubsidi Terbaru

Empat produk nonsubsidi mengalami kenaikan, sementara satu produk jenis bensin tetap di posisi lama. Berikut rincian harga per liter untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen:

  • Pertamax Turbo: Rp19.600 (dari Rp18.300)
  • Pertamax Green 95: Rp19.150 (dari Rp16.600)
  • Dexlite: Rp23.700 (dari Rp19.700)
  • Pertamina Dex: Rp25.200 (dari Rp21.150)
  • Pertamax: tidak berubah

Harga Pertamax yang tidak ikut naik memberi pilihan lebih terjangkau bagi konsumen yang ingin tetap memakai bensin dengan oktan lebih tinggi dari Pertalite. Selisih harga antara Pertamax dan Pertamax Green 95 kini melebar, sehingga sebagian pengendara mungkin mempertimbangkan kembali jenis bahan bakar yang dipakai sehari-hari.

Harga BBM Subsidi Tidak Berubah

Di sisi lain, harga bahan bakar minyak bersubsidi tetap. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Stabilitas harga kedua produk subsidi ini penting bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mobilitas harian. Pemerintah selama ini menahan harga BBM subsidi agar tidak membebani daya beli masyarakat, meski harga minyak dunia bergerak.

Dampak ke Konsumen dan Pelaku Usaha

Kenaikan harga nonsubsidi paling terasa bagi pemilik kendaraan diesel, terutama angkutan barang dan logistik yang memakai Dexlite atau Pertamina Dex. Biaya operasional armada truk dan kendaraan niaga berpotensi naik, yang pada akhirnya bisa merembet ke harga barang dan jasa.

Pemilik mobil pribadi berbahan bakar bensin juga menghadapi pilihan lebih mahal jika ingin memakai Pertamax Turbo atau Pertamax Green 95. Sebagian konsumen diperkirakan beralih ke Pertamax yang harganya tidak naik.

Pertamina menetapkan harga di wilayah dengan PBBKB 5 persen, yang mencakup DKI Jakarta dan sekitarnya. Harga di daerah dengan tarif PBBKB berbeda bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung kebijakan pajak daerah masing-masing.

Kenaikan harga empat produk nonsubsidi ini menegaskan bahwa beban penyesuaian harga BBM lebih banyak ditanggung pengguna bahan bakar non-subsidi, sementara konsumen Pertalite dan Biosolar tetap terlindungi. Bagi Pertamina, penyesuaian ini menjaga margin di segmen nonsubsidi di tengah fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Reporter: Yasir
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top