Bupati Sergai Ikut Tanam Serempak 50.000 Hektare, Soroti Intrusi Air Laut di Sawah Pesisir Tanjung Beringin

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:47:01 WIB

TANJUNG BERINGIN — Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya memilih turun langsung ke sawah ketimbang hanya memberi instruksi dari kantor. Dalam Gerakan Tanam Serempak 50.000 Hektare yang digelar Kementerian Pertanian RI, ia hadir di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Jumat (18/9/2026).

Menurut Darma, turun ke lapangan adalah cara paling jujur memahami kebutuhan petani. "Dengan turun langsung ke lapangan, kita dapat mengetahui apa yang dibutuhkan para petani dan apa saja kebutuhan dalam mendukung sektor pertanian," ujarnya.

Intrusi Air Laut Jadi Tantangan Petani Pesisir Tanjung Beringin

Wilayah pesisir seperti Tanjung Beringin punya persoalan yang tidak dialami sawah di dataran tinggi. Mulai dari intrusi air laut hingga pengelolaan lahan yang lebih rumit. Darma menegaskan persoalan itu tidak bisa diselesaikan satu pihak saja.

"Tantangan yang dihadapi para petani di wilayah pesisir pantai ini harus sama-sama kita pecahkan. Karena itu, kita harus kompak, mulai dari masyarakat, pemerintah hingga Forkopimda, untuk bersama-sama memperjuangkan pertanian padi di Kabupaten Sergai," tegasnya.

HET Gabah dan Alsintan Dinilai Beri Angin Segar

Kebijakan pemerintah pusat soal Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah disebut Darma memberi semangat baru bagi petani untuk terus berproduksi. Dorongan pertanian modern juga dinilainya sejalan dengan kebutuhan di lapangan.

Darma memberi apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertanian RI atas dukungan yang terus mengalir. Mulai dari bantuan alat mesin pertanian (alsintan), program Brigade Pangan, hingga pencetakan sawah baru.

Normalisasi Sungai Lewat CSR Ubah Pola Panen Petani

Peran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJLSP) atau CSR dalam normalisasi sungai disebut Darma berdampak langsung ke sawah warga. Sebelumnya, petani hanya bisa panen satu kali dalam setahun.

"Program TJLSP melalui CSR untuk normalisasi sungai telah memberikan dampak yang sangat positif. Jika sebelumnya petani hanya bisa panen satu kali dalam setahun, sekarang sudah bisa dua kali panen. Produktivitas meningkat signifikan," jelasnya.

Sergai Jadi Daerah Prioritas Brigade Pangan Sejak 2024

Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap menyebut kegiatan tanam serempak ini merupakan tanam terakhir untuk periode Oktober 2025 - September 2026. Sergai sendiri masuk daerah prioritas Brigade Pangan sejak 2024.

Menurut Nurliana, Sergai punya produktivitas pertanian tinggi dan dukungan alsintan yang relatif lengkap, yang berlanjut hingga 2025. "Sergai merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi pertanian besar dan mencatat produktivitas pertanian yang tinggi pada tahun 2024 dan 2025," ujarnya.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani terus diperkuat demi pertanian Sergai yang berkelanjutan.

Ajakan ke Petani Milenial: Jangan Malu Jadi Petani

Di akhir sambutannya, Darma mengajak generasi muda tidak malu menjadi petani. Dengan teknologi dan modernisasi, ia menilai petani kini bisa menjadi pengusaha.

"Saya berharap petani milenial terus tumbuh. Anak-anak muda jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi juga harus berani menciptakan lapangan pekerjaan melalui sektor pertanian," pungkasnya.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Sergai Dedy Iskandar, Staf Ahli Bupati Kamaluddin, Camat Tanjung Beringin Ahmadi Darma, para penyuluh, dan kelompok tani setempat.

Reporter: Ragil
Sumber: sumutpos.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top