Pemprov Sumut Kembangkan Kawasan Unggulan Perikanan di Pantai Barat dan Timur Mulai 2026

Penulis: Saiful  •  Jumat, 18 September 2026 | 13:13:31 WIB

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap dan budi daya sebagai program strategis daerah, dengan prioritas wilayah pantai barat dan pantai timur pada 2026. Program ini disusun terintegrasi dari hulu hingga hilir bersama Universitas Sumatera Utara untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Kepulauan Nias menyusul pada 2027.

MEDAN — Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut menyampaikan hal tersebut dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis. Pengembangan kawasan unggulan akan dijalankan secara terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut telah bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menyusun rencana induk pengembangan kawasan tersebut. Kerja sama ini mencakup penentuan lokasi hingga skema pengelolaan.

Pantai Barat dan Pantai Timur Jadi Prioritas 2026

Untuk pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap, pemerintah memprioritaskan wilayah pantai barat dan pantai timur pada 2026. Kepulauan Nias masuk dalam rencana pengembangan pada 2027.

"Tahun 2026 ini untuk pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap, kita prioritaskan di wilayah pantai barat dan pantai timur. Tahun 2027, kita kembangkan di Kepulauan Nias," ujar Jenny.

Penentuan lokasi kawasan unggulan didasarkan pada potensi dan produksi perikanan di masing-masing daerah. Beberapa daerah tercatat memiliki produksi tinggi, seperti Batu Bara, Asahan, Tanjung Balai, dan Tapanuli Tengah.

Produksi Perikanan Sumut Capai 382.127,77 Ton pada 2025

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut mencatat total produksi perikanan Sumatera Utara pada 2025 sebanyak 382.127,77 ton. Target produksi tahun 2026 ditetapkan sebesar 383.036,91 ton.

Hingga Triwulan II/2026, produksi yang tercapai sebesar 200.931,45 ton. Data ini menjadi salah satu dasar pemilihan lokasi kawasan unggulan.

Komoditas Andalan: Kembung hingga Udang Jerbung

Sejumlah komoditas menjadi potensi utama di kawasan tersebut, antara lain kembung, tembang, kerang darah, tetengkek, senangin, cumi-cumi, tenggiri, lencam pasir mata besar, udang jerbung, dan layang benggol.

Pemerintah daerah berencana memberikan alat tangkap dan bantuan lain yang dibutuhkan nelayan. Hilirisasi hingga pengolahan juga akan didampingi.

"Dimana nelayan kita berikan alat tangkap, dan bantuan lain yang dibutuhkan. Nanti dibantu lagi hilirisasinya hingga pengolahannya," kata Jenny.

Pengembangan kawasan unggulan ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir Sumatera Utara.

Reporter: Saiful
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top