SUMATERA UTARA — Derby Manchester edisi kali ini mempertemukan dua tim dengan kondisi yang bertolak belakang. Manchester City melaju sempurna dengan tiga kemenangan dari tiga laga pembuka. Manchester United masih mencari bentuk permainan terbaiknya di bawah Michael Carrick.
Kemenangan atas MU akan membuat Man City menjadi tim pertama dalam sejarah Premier League yang tujuh kali memenangi empat pertandingan pembuka dalam satu musim. Sebelumnya, City dan Chelsea sama-sama pernah mengawali kompetisi dengan empat kemenangan pada enam musim berbeda.
Catatan itu belum tentu berujung gelar. Dari enam kesempatan sebelumnya ketika Man City menang empat laga awal, mereka hanya dua kali finis sebagai juara Premier League, yakni pada 2011/2012 dan 2023/2024.
Performa Setan Merah pada awal musim belum konsisten. MU kalah 0-2 dari klub promosi Hull City di pertandingan pertama, lalu bangkit dengan mengalahkan Ipswich Town 5-2, sebelum bermain imbang 2-2 melawan Everton.
Kebobolan enam gol dalam empat pertandingan tetap jadi perhatian. Lini belakang Manchester United dinilai belum cukup solid untuk menahan tekanan Man City.
Ada suntikan kepercayaan diri setelah MU menang 4-0 atas Sabah pada pertandingan pertama Liga Champions. Carrick juga punya modal lain: ia pernah membawa MU mengalahkan Man City 2-0 di Old Trafford pada musim lalu.
Carrick memiliki catatan sempurna ketika berhadapan dengan Enzo Maresca. Saat Maresca menangani Leicester City dan Carrick masih melatih Middlesbrough pada Championship 2023/2024, Carrick menang dua kali, masing-masing dengan skor 1-0 dan 2-1.
Rekor itu menjadi salah satu alasan Derby Manchester kali ini layak dinanti, terlepas dari status City yang lebih diunggulkan.