Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungannya atas rencana Garuda Indonesia membuka kembali rute penerbangan Kualanamu-Binaka Gunungsitoli pergi pulang. Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan langkah ini krusial untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Nias.
Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung penuh rencana maskapai Garuda Indonesia untuk membuka kembali rute penerbangan Kualanamu-Binaka Gunungsitoli pergi pulang (PP). Dukungan ini disampaikan menyusul pertemuan strategis dengan jajaran direksi maskapai pelat merah tersebut.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menegaskan, pembukaan kembali rute ini bukan sekadar menambah pilihan moda transportasi. "Pembukaan kembali rute tersebut diharapkan bisa memperkuat konektivitas," ujarnya saat menerima Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro beserta jajaran di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis.
Surya menambahkan, hadirnya kembali layanan ini akan berdampak signifikan bagi roda perekonomian daerah. "Rute itu bakal mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, serta membuka peluang investasi bagi Kepulauan Nias," katanya.
Garuda Indonesia bukan nama asing bagi pengguna jasa Bandara Binaka. Maskapai ini tercatat pernah melayani rute Kualanamu-Binaka Gunungsitoli menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi, yang mulai beroperasi dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang pada Senin, 15 Desember 2014 silam.
Namun, layanan tersebut resmi ditutup pada Jumat, 25 Januari 2019. Rutenya kemudian digantikan oleh maskapai Citilink yang efektif beroperasi mulai Kamis, 31 Januari 2019.
Menanggapi hal ini, Wagub Surya menekankan pentingnya peran sektor penerbangan dalam pemerataan pembangunan. "Akses transportasi udara menjadi salah satu indikator penting mendorong perkembangan suatu daerah," ujarnya.
Pemprov Sumut berkomitmen memastikan daerah-daerah yang masih tertinggal mendapatkan konektivitas yang memadai. Dukungan terhadap Garuda Indonesia merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pemerataan akses tersebut.