Rupiah Tertekan 7,22% dalam Setahun, Hari Ini Melemah Tipis ke Rp17.694

Penulis: Yasir  •  Kamis, 03 September 2026 | 10:32:31 WIB
Rupiah melemah tipis ke level Rp17.694 pada perdagangan hari ini, mendekati level terendah hariannya.

SUMATERA UTARA — Berdasarkan data Investing.com yang dihimpun pada pukul 09.59 WIB, posisi tersebut hanya berjarak tipis dari level terendah perdagangan hari ini di Rp17.684. Padahal, rupiah sempat dibuka lebih lemah di level Rp17.750 sebelum akhirnya bergerak dalam rentang Rp17.684 hingga Rp17.745,9.

Pelemahan hari ini terjadi ketika indeks dolar AS masih menunjukkan kekuatan di tengah ketidakpastian arah suku bunga global. Pergerakan rupiah yang cenderung volatil di awal sesi mencerminkan pasar yang masih mencari kepastian.

Depresiasi Tahunan Menjadi Sorotan Utama

Jika dilihat dari rentang waktu yang lebih panjang, posisi rupiah saat ini masih jauh lebih lemah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Investing.com menunjukkan depresiasi mencapai 4,74% dalam enam bulan terakhir dan 7,22% secara year-on-year (YoY).

Artinya, meskipun sempat menguat dalam sebulan terakhir, tekanan struktural terhadap rupiah masih mendominasi. Beban impor energi dan kebutuhan pembayaran utang luar negeri menjadi faktor yang terus membayangi kinerja nilai tukar.

Penguatan Bulanan dan Kuartalan Belum Cukup

Dalam periode yang lebih pendek, sebenarnya ada perbaikan. Rupiah tercatat menguat 1,65% dalam sebulan terakhir dan naik 1,42% dalam tiga bulan. Penguatan ini menunjukkan adanya aliran modal masuk yang sempat terjadi ke pasar keuangan Indonesia.

Namun, penguatan tersebut belum mampu mengkompensasi pelemahan yang lebih dalam dalam enam bulan hingga satu tahun terakhir. Selisih kinerja ini mengindikasikan bahwa perbaikan baru terjadi belakangan ini dan belum cukup solid untuk membalikkan tren.

Untuk perdagangan hari ini, pasar akan mencermati data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis malam nanti. Level psikologis Rp17.700 menjadi area yang patut dipantau—jika ditembus, potensi pelemahan lanjutan akan terbuka.

Reporter: Yasir
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top