GUNUNGSITOLI — Sejak Provinsi Sumatera Utara berdiri 78 tahun lalu, belum pernah ada gubernur yang benar-benar berkantor di Kepulauan Nias. Catatan itu baru terpecahkan ketika Muhammad Bobby Afif Nasution menjalankan agenda kerja selama sepekan penuh di wilayah kepulauan yang selama ini kerap dipandang sebagai kawasan terluar dan jauh dari pusat pemerintahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap menegaskan, istilah "berkantor di Nias" baru muncul pada masa kepemimpinan Bobby Nasution. "Gubernur-gubernur sebelumnya mungkin sering juga berkunjung ke Nias, tetapi istilah berkantor di Nias memang baru ada pada masa Gubernur Bobby Nasution," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Selama berkantor di Nias, Bobby memacu sejumlah proyek pembangunan yang menyasar sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan pariwisata. Beberapa di antaranya:
Saat ini, empat kabupaten di Kepulauan Nias masih berstatus daerah tertinggal: Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama Pemprov Sumut memprioritaskan percepatan pembangunan di kawasan itu.
Erwin menyebut, Bobby telah mencanangkan agenda berkantor di Kepulauan Nias selama tiga bulan secara bergantian dengan Wakil Gubernur Sumut Surya. "Baru kali ini ada gubernur yang benar-benar berkantor di Kepulauan Nias dan berupaya menghadirkan pembangunan di daerah ini," ujarnya.
Erwin menilai, kehadiran Bobby selama sepekan telah memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan di Nias. "Kami berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita Pak Bobby Nasution membangun Nias dan mengejar ketertinggalannya," katanya.
Memasuki pekan kedua, agenda berkantor dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Surya. Bobby dijadwalkan kembali ke Nias untuk melanjutkan penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. "Pak Gubernur dan Wakil Gubernur akan terus bergantian berkantor di Nias. Keduanya akan bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan di Nias. Kami berharap upaya ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat," kata Erwin.