PEMATANGSIANTAR — Asisten Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Pematangsiantar, Aryo Wibisono, mengonfirmasi tidak ada penambahan stok beras premium di gudang mereka. "Tidak ada pertambahan stok kita, baik itu beras premium maupun minyak makan premium," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurut Aryo, kondisi ini bukan karena pasokan terhambat, melainkan karena tidak ada permintaan signifikan dari konsumen. Beras premium di Pematangsiantar selama ini lebih banyak dibeli oleh segmen tertentu, seperti hotel, restoran, atau instansi. Namun, geliat sektor tersebut belum cukup kuat untuk mendorong penambahan stok.
"Kalau tidak ada yang minta, ya kami tidak akan datangkan tambahan. Stok yang ada masih cukup untuk permintaan yang ada," kata Aryo.
Kondisi berbeda terjadi pada komoditas lain. Aryo menyebut stok beras SPHP dan Minyakita di gudang Bulog Pematangsiantar mulai menunjukkan peningkatan. Penambahan ini terkait langsung dengan persiapan program bantuan pangan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
"Tapi kalau untuk beras SPHP dan Minyak sudah mulai bertambah di gudang kita, karena akan digelar bantuan pangan bulan depan," jelasnya.
Bantuan pangan tersebut direncanakan menyalurkan beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya.
Bagi konsumen harian, kondisi ini tidak serta-merta menyebabkan kelangkaan. Beras premium tetap tersedia di gudang, hanya saja perputarannya lambat. Sementara itu, ketersediaan beras SPHP yang justru bertambah menjadi sinyal positif bagi warga yang mengandalkan beras harga terjangkau.
Belum ada keterangan lebih lanjut dari Bulog Pematangsiantar mengenai penyebab lesunya permintaan beras premium di tengah program MBG. Namun, dugaan sementara, program tersebut belum menyentuh segmen pasar yang biasa mengonsumsi beras premium.